Soal Banjir, Jokowi Tidak Perlu Menyalahkan Pendahulunya

Selasa, 14 Januari 2014 – 15:54 WIB
Banjir di kampung Pulo, Senin (13/1). Foto: Fathra/JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo alias Jokowi menyalahkan para pendahulunya terkait masalah banjir di ibi kota. Mereka yang telah memimpin Jakarta antara 20 hingga 30 tahun dinilai Jokowi tak berbuat apa-apa.

Peneliti Senior Indonesian Public Institute, Karyono Wibowo menyayangkan langkah itu. Menurutnya, Jokowi tidak perlu menyalahkan pemimpin Jakarta sebelumnya terkait persoalan banjir.

BACA JUGA: Kurangi Curah Hujan, Rekayasa Cuaca Digelar Dua Bulan

"Jokowi tidak perlu menyalahkan pemerintahan yang lalu karena warga DKI Jakarta sudah tahu masalah banjir memang sudah terjadi sejak dulu dan perlu waktu untuk memperbaikinya," kata Karyono kepada JPNN, Selasa (14/1).

Karyono menyatakan, persoalan banjir di DKI memang sudah menjadi permasalahan klasik yang sudah ada sejak era pemerintahan yang lalu. Untuk memecahkan masalah banjir di DKI tidak sederhana karena masalahnya sangat rumit, pelik, dan kompleks.

BACA JUGA: Kapal Roro Tenggelam di Tanjung Priok

"Perlu waktu dan kebijakan radikal untuk mengatasinya. Perlu ada koordinasi antara pemerintah DKI dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang menjadi penyangga ibu kota negara ini, karena masalah banjir di DKI tidak bisa diselesaikan sendirian oleh pemerintah DKI," ujar Karyono.

Menurut Karyono, untuk menyelesaikan masalah banjir tidak cukup dengan retorika. "Mencegah banjir tidak bisa mengucap sim salabim," pungkasnya. (gil/jpnn)

BACA JUGA: Roda Dua Masih Diperbolehkan Lewat Tol

BACA ARTIKEL LAINNYA... Blusukan Jokowi Dinilai Tak Bermanfaat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler