Soal Bayi Tertukar di RS, Dewan: Ingat, Ini Bukan Barang!

Rabu, 04 Maret 2015 – 14:11 WIB

jpnn.com - TANJUNG REDEB – Kasus tertukarnya bayi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai Tanjung Redeb terus menjadi sorotan. Sebab, tertukarnya bayi di RSUD plat merah itu bukan permasalahan sepele.

Anggota Komisi III DPRD Berau, M. Ichsan Rapi meminta agar persoalan ini menjadi perhatian serius manajemen RSUD. Oknum perawat yang lalai saat bertugas, menurut dia, juga harus ditindak.

BACA JUGA: Demi Cinta Laura, Istri Direlakan Bercinta Bareng Bule Jerman

“Intinya sengaja atau tidak sengaja ini permasalahan serius,” tegasnya dilansir Berau Post (Grup JPNN.com), Rabu (4/3).
 
Politikus Partai Gerindra ini juga meminta pihak rumah sakit melakukan tes DNA kepada bayi dan orangtuanya, agar bayi yang sempat tertukar itu, benar-benar kembali ke keluarganya.
 
“Untungnya ini antara bayi perempuan dan laki, kalau sama jenis kelaminnya kan ribet urusannya. Misalnya saja anak itu sudah besar, kemudian melakukan pemeriksaan darah namun ternyata tidak sama dengan kedua orangtuanya, ini kemudian jadi pertanyaan dan menjadi masalah bagi keluarganya,” jelasnya.

Meski menegaskan pemberian sanksi bagi oknum perawat, Iccang menyerahkan sepenuhnya ke manajemen rumah sakit.

BACA JUGA: Dinafkahi Batin Cuma Sebulan Sekali, Istri Gugat Cerai Suami

”Ini manusia, bukan barang loh. Bahaya, jangan sampai ada kejadian ini lagi,” tegasnya.
 
Anggota Komisi III lainnya Ratna, juga menyayangkan kejadian ini. Padahal, untuk proses persalinan atau penanganan bayi lahir sudah ada Standart Operating Procedur (SOP)-nya.

”Inikan sama-sama caesar, dan enggak mungkin waktunya bersamaan. Prosesnya hingga diberikan gelang itu seperti apa bisa tertukar, ini jadi pertanyaan. Ini kelalaian yang sangat fatal,” tegas Ratna.
 
Ratna meminta, Direktur RSUD dr Abdul Rivai menindaklanjutinya. Selain itu, manajemen diminta memperhatikan pelayanan ketimbang fokus pada administrasi. Terkait sanksi yang diberikan kepada oknum perawat tersebut, politisi Golkar ini tetap meminta ditindak sesuai aturan yang ada.

BACA JUGA: Banjir Rendam 538 Rumah di Tegal

“Ya, pertama kali peringatan dulu lah, kalau masih terulang ini sudah sangat keterlaluan. Jangan sampailah terulang lagi,” imbuhnya.
 
Terpisah, salah satu perwakilan keluarga yang ditemui di ruang perawatan RSUD dr Abdul Rivai, tidak ingin memperpanjang permasalahan tersebut. Pihak keluarga dan manajemen RSUD, sepakat untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.
 
“Semua sudah selesai, kami sudah sepakat dengan kekeluargaan, jadi saya tidak mau komentar apa-apa,” ungkap salah seorang keluarga.

Humas RSUD dr Abdul Rivai Erva Anggriana, juga enggan berkomentar terkait persoalan itu. (app/udi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Parah! Guru SMP Nyabu dengan Selingkuhan di Hotel


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler