Soal Data 279 Juta Penduduk Indonesia Bocor, Begini Reaksi Guspardi DPR RI

Minggu, 23 Mei 2021 – 11:47 WIB
Anggota DPR RI dari Fraksi PAN Guspardi Gaus. Foto: Humas FPAN DPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus mengatakan kebocoran data 279 juta penduduk Indonesia sesuatu yang sangat memalukan dan memilukan.

“Ini merupakan sebuah warning begitu lemahnya ketahanan siber di negara kita,” kata Guspardi dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (23/5).

BACA JUGA: Siber Bareskrim Garap Dirut BPJS Usut Kebocoran Data 297 Juta Penduduk

Politikus PAN itu mengatakan dugaan kebocoran data masyarakat Indonesia menjadi bukti perlindungan data pribadi di tanah air masih sangat lemah. “Dan, ujung-ujungnya masyarakat yang selalu menjadi korban,” ujar Guspardi.

Dari informasi yang didapatkan dari Kemendagri dan juga telah mengorfimasikan bahwa kebocoran data bukan berasal dari Kementerian Dalam Negeri.

BACA JUGA: Data 279 Juta Penduduk Indonesia Diduga Bocor, Begini Respons Wakil Ketua DPD RI

“Dari hasil analisis Tim Ditjen Dukcapil, Zudan Arief Fakhrulloh selaku Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri telah memastikan dugaan kebocoran 279 juta data penduduk bukan bersumber dari instansinya,” ungkap legislator asal Sumatera Barat ini.

Dari hasil penelusuran Kemenkominfo yang disampaikan juru bicaranya telah menemukan dugaan bahwa sampel data yang beredar identik dengan  data dari BPJS Kesehatan.

BACA JUGA: Heboh Data Pribadi 279 Juta Penduduk Indonesia Bocor, Kabareskrim Langsung Lakukan Ini

Menurut dia, Kemenkominfo semestinya mengambil langkah cepat dengan memblokir segera situs Raidforums.com sehingga akses ke situs tersebut tidak bisa dilakukan

Politikus PAN itu berharap kawan-kawan di DPR Komisi IX segera memanggil direksi BPJS Kesehatan untuk dimintai keterangannya. Pemanggilan itu sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik.

Di samping itu, pemerintah juga harus segera menginvestigasi kasus dugaan kebocoran data 297 juta penduduk Indonesia. Apakah benar Website BPJS Kesehatan yang berhasil dibobol atau sistem informasi lain yang diretas.

Aparat penegak hukum dan lembaga terkait lainnya mesti segera bertindak untuk mencari tahu apa penyebab dan siapa yang bertanggung jawab atas kebocoran data yang diperjualbelikan di forum peretas Raidforums.com dan sekarang viral di media sosial.

Guspardi berharap dan meminta semua penyedia platform digital dan pengelola data pribadi makin meningkatkan dan menjaga keamanan data pribadi yang dikelola dengan menaati ketentuan perlindungan data pribadi yang berlaku serta memastikan keamanan sistem elektronik yang dioperasikan.

Selanjutnya, dia mengatakan pemerintah perlu melakukan langkah preventif agar kejadian serupa tidak berulang lagi ke depannya.

Oleh karena itu, upaya pelindungan data pribadi bisa dijamin. Sebab, kerahasiaan dan keamanan data penduduk itu sangat  penting.

“Kita khawatir dengan terjadinya kebocoran data penduduk akan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” pungkas anggota Baleg DPR RI tersebut.

Sebelumnya, jagad dunia maya dihebohkan dengan sebuah utas mengenai bocornya 279 juta data penduduk Indonesia.

Akun @ndagels di Twitter menginformasikan kebocoran itu dan cukup bikin heboh para warganet.

"Hayoloh kenapa ga rame ini data 279 juta penduduk indonesia bocor dan dijual dan bahkan data orang yg udah meninggal, kira-kira dari instansi mana?," tulis @ndagels.

Sementara itu, pengguna Twitter dengan handle @Br_AM mengungkap bahwa dataset yang diduga berisi data pribadi penduduk Indonesia itu dijual dengan harga 0,15 bitcoin, atau sekitar Rp 84,4 juta.

Informasi pribadi yang bocor meliputi NIK (Nomor Induk Kependudukan), nama, alamat, nomor telepon bahkan kabarnya juga jumlah gaji.(fri/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler