Soal Helikopter Mewah, TNI AU Pastikan PTDI Belum Mampu

Rabu, 02 Desember 2015 – 11:59 WIB
Helikopter buatan PTDI ini dianggap belum mewah oleh TNI AU/ Dok JPNN

jpnn.com - JAKARTA- TNI Angkatan Udara ternyata memiliki alasan sendiri memilih helikopter baru buatan Italia bernama AgustaWestland (AW)101 VVIP dibanding buatan PT. DI. Menurut Kadispen TNI AU

Marsma Dwi Badarmanto, PT DI tidak merespon pihaknya yang meminta pertimbangan terkait pembelian helikopter.

BACA JUGA: Pak Jaksa Agung, Denger Nih Permintaah Fahri Hamzah

"Kami pertimbangkan semua. PT DI sudah diajak bicara tapi tidak ada respons," tegas Dwi di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (2/12).

Dwi mengatakan, rencana pembelian AW101 ini bukan baru direncanakan tahun ini. Melainkan, sejak 2010 lalu. TNI AU sudah melakukan kajian sebelum memutuskan membeli helikopter tersebut. Karena itu, ia mempertanyakan protes publik yang ramai membicarakan pembelian heli tersebut.

BACA JUGA: UMP Naik 11,5 Persen, TDL 11 Persen, Buruh : Impas Dong!

"Kenapa waktu kami beli MI 35 dan F16 dikejar-kejar seperti ini?," tegas Dwi.

Selain karena dicuekin, PT DI ternyata juga belum bisa memenuhi permintaan TNI AU untuk membuat pesawat. Seharusnya, pesawat dari PT DI sudah selesai pengerjaannya pada Mei-Juni lalu.

BACA JUGA: Pak Jokowi, Warga Ingin Gabung ke Filipina Karena Merasa Dianaktirikan

"Pesawat Cougar yang harusnya kami terima sampai sekarang belum jadi. Coba tanya ke PT DI, benar enggak pesawat itu dibikin PT DI. Alasannya ada dua item spek yang belum ada," tegas Dwi.

Dwi menegaskan, karena ketidakmampuan PT DI itulah, maka TNI AU memilih memesan helikopter dari luar.

"Kami beli Sukhoi apa ada yang tanya kenapa enggak di PT DI?. Karena PT DI belum punya kemampuan dengan spek yang kami inginkan. Titik. Jadi jangan di lebar-lebarkan lagi. Kalau PT DI bisa kenapa tidak," tandas Dwi. (flo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Serius Gak Sih, Kemenhub Laksanakan UU Penerbangan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler