Soal Kenaikan Tunjangan Pejabat Tinggi, Begini Penjelasan Menkeu

Jumat, 18 September 2015 – 16:03 WIB
Bambang Brodjonegoro/ dok. jpnn

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menegaskan pihaknya tidak mengusulkan kenaikkan tunjangan para pejabat tinggi negara di tengah perekonomian yang tak menentu. Menurut Bambang, kalaupun ada kenaikan tunjangan di suatu lembaga itu merupakan proses penyesuaian.

"Kenapa menaikkan tunjangan pejabat tinggi? Bukan menaikkan, tapi dari waktu ke waktu semua lembaga negara tanpa terkecuali akan melakukan penyesuaian untuk standar biaya," ujar Bambang di kantornya, Jakarta, Jumat (18/9).

BACA JUGA: Buwas: Soal BW Saya Sudah tak Ikut, Pekerjaan Saya Sudah Selesai

Bambang menjelaskan pihaknya dalam hal ini hanya bertugas untuk menentukan standar biaya dari seluruh lembaga yang ada.

"Tugas kami di Kemenkeu melalui dirjen anggaran adalah menentukan standar biaya, termasuk tunjangan untuk pejabat-pejabat di seluruh lembaga. Saya tekankan ini untuk seluruh lembaga, bukan hanya DPR saja," tegas alumnus Universitas Indonesia itu.

BACA JUGA: Arab Saudi Salahkan Bin Laden Group Atas Tragedi Masjidil Haram

Misalnya sambung Bambang, ada satu lembaga yang meminta kenaikan tunjangan dua kali lipat. Kemenkeu nantinya akan melakukan kajian secara mendalam sebelum akhirnya menyetujui permintaan tersebut.

"Kami di Kemenkeu kemudian melakukan analisa review dan akhirnya memutuskan memberikan standar baru dengan memperhatikan kewajaran dan memperhatikan kondisi keuangan negara," paparnya.

BACA JUGA: Menlu Langsung Lapor Presiden soal Pembebasan 2 WNI

"Jadi nggak berarti setiap usulan itu diajukan langsung kami setujui, tapi biasanya disetujui di bawah apa yang kami usulkan," imbuh pria berusia 48 tahun ini. (chi/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Buwas Dukung Eksekusi Mati Terpidana Narkoba


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler