Soal Rencana Penghapusan Premium dan Pertalite, Mulyanto PKS Merespons Begini

Minggu, 26 Desember 2021 – 10:27 WIB
Kementerian ESDM menyatakan pemerintah mendorong penggunaan bensin RON 90 sebagai BBM ramah lingkungan. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto meminta pemerintah mengkaji matang rencana menghapus bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan pertalite.

Terlebih lagi, kata dia, perekonomian rakyat Indonesia masih tertekan akibat pandemi Covid-19 di tanah air.

BACA JUGA: Penghapusan Premium dan Pertalite, DPR Minta Pertamina Lakukan Ini

Penghapusan dua bahan bakar yang tergolong murah itu, tentu makin menekan ekonomi masyarakat.

"Apakah sudah tepat waktunya menghapus premium tersebut," kata legislator Fraksi PKS itu dalam keterangan persnya, Minggu (26/12).

BACA JUGA: Soal Rencana Penghapusan Premium dan Pertalite, Pertamina Bilang Begini

Menurut Mulyanto, pemerintah tidak perlu mengkuti standar negara lain saat menghapus Premium dan Pertalite. Semisal pemerintah pengin mengikuti standar EURO 4 agar bersih lingkungan.

"Jangan latah dengan standar orang lain. Pertimbangkan upaya domestik untuk kesejahteraan rakyat," lanjut legislator Daerah Pemilihan III Banten tersebut.

BACA JUGA: Mulyanto PKS: UU Sapu Jagat Itu Mencekik Nasib Buruh 

Di sisi lain, dia mengatakan bahwa pemerintah perlu memikirkan bahan bakar baru yang murah jika bersikukuh menghapus Premium dan Pertalite.

"Kalau Premium dihapus, apa alternatif BBM murah untuk masyarakat," ungkap Mulyanto.

Sebelumnya,  Indonesia akan memasuki masa transisi energi.

Oleh karena itu, pemerintah mendorong penggunaan bensin RON 90 sebagai BBM ramah lingkungan.

Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), nantinya bensin dengan RON 90, yakni pertalite, bakal menjadi pengganti premium selama masa transisi.

Kendati begitu, pertalite juga akan dihapus setelah masa transisi selesai.  

Seusai BBM pertalite dan premium dihapus, hanya akan ada bensin dengan kadar oktan (Research Octane Number/RON) di atas 91 yang dinilai lebih ramah lingkungan seperti Pertamax. (ast/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mulyanto Sebut Pertamina Terkesan Menyepelekan Perawatan Kilang 


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler