Soetrisno Bachir Curhat Soal Money Politic ke Penyidik KPK

Rabu, 16 April 2014 – 16:01 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir sempat berbincang-bincang dengan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ketika menjalani pemeriksaan. Ia diperiksa sebagai saksi kasus dugaan tindak pidana pencucian uang yang menjerat adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

Soetrisno mengungkapkan penyidik KPK akan ‎ memiliki banyak tugas usai pelaksanaan pemilihan legislatif (pileg). "Saya tadi mengobrol-ngobrol sama penyidik KPK, bapak tugasnya akan lebih banyak nanti. Kenapa? Pileg ini‎ adalah pestanya para kapitalis membagi-bagi uang kepada rakyat. Rakyat kita disuap semuanya sekarang," kata Soetrisno di KPK, Jakarta, Rabu (16/4).

BACA JUGA: Demokrat Ogah Nyalon Cawapres

Menurut Soetrisno, soal para kapitalis membagi-bagi uang kepada rakyat bukanlah isapan jempol belaka. Ia mengaku mendapat bukti soal pembagian uang itu ketika berkunjung ke Bali.

"Saya kemarin ke Bali, saya tanya beberapa pegawai anda milih apa? Oh saya untuk DPRnya milih partai ini, DPRDnya milih partai ini, DPDnya milihnya orang ini," ucap Soetrisno menirukan pernyataan pegawai itu.

BACA JUGA: Istilah Pemondokan Dihapus, Sekarang Hotel Haji

Soetrisno menjelaskan, para pegawai itu memilih orang yang memberikan uang paling banyak. Karena itu, ia menambahkan, orang yang dipilih juga berbeda-beda. Peristiwa di Bali itu menurutnya, terjadi di tempat lain. "‎Itu rakyat biasa. Saya kira ada di mana-mana," ujarnya.

Bukan hanya pileg, Soetrisno menyatakan pemilihan presiden (pilpres) juga menjadi pestanya para kapitalis. Banyak pihak, tambah dia, sowan kepada para calon presiden (capres). "Capres itu dijamu oleh para konglomerat untuk dipertemukan," ‎ucapnya.

BACA JUGA: Kasus Pelecehan Anak, Izin JIS Terancam Dicabut

Berdasarkan hal-hal yang dipaparkannya, Soetrisno berpendapat bahwa demokrasi yang dipilih Indonesia tidak benar. "Perlu ada pemilikiran kembali apakah demokrasi yang kita pilih ini benar? Menurut saya salah," tandasnya.‎ (gil/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... KPK Diminta Segera Tetapkan Olly Sebagai Tersangka


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler