Soroti Kesenjangan Pelatihan Vokasi dengan Kebutuhan Industri, Wapres Sampaikan Hal Ini

Sabtu, 28 Oktober 2023 – 00:40 WIB
Wakil Presiden, KH Ma'ruf Amin dan Menaker Ida Fauziyah di  Festival Pelatihan Vokasi dan Job Fair Nasional 2023, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (27/10).

jpnn.com, JAKARTA PUSAT - Wakil Presiden, KH Ma'ruf Amin menyoroti kesenjangan pelatihan vokasi di Indonesia dengan kebutuhan industri.

Ma'ruf Amin menekankan beberapa poin perbaikan untuk menyinergikan pelatihan vokasi dengan kebutuhan industri.

BACA JUGA: Kabar Baik, Tersedia Puluhan Ribu Lowongan Kerja di Job Fair Nasional 2023, Yuk Buruan!

Menurutnya, untuk menciptakan tenaga kerja yang produktif diperlukan penguatan kebijakan tentang revitalisasi dan akselerasi pelatihan vokasi.

"Perencanaan revitalisasi perlu terus disinergikan dengan pelatihan vokasi, sehingga terus relevan," kata pria 80 tahun itu dalam Festival Pelatihan Vokasi dan Job Fair Nasional 2023, Jumat (27/10).

BACA JUGA: Menaker Ida Fauziyah Ajak Masyarakat Hadiri Job Fair Nasional, Catat Waktu & Lokasinya

Poin lainnya, yakni memprioritaskan kebijakan untuk mendorong fasilitasi pencarian kerja secara cepat dan sesuai dengan kebutuhan pemberi kerja.

Melakukan penguatan dan transformasi untuk peningkatan keterampilan tenaga kerja serta pemberian pelatihan kembali.

BACA JUGA: 2 Menteri Era Jokowi Akui UT Menjadi Leader PJJ, Wapres Maaruf Amin Beri Apresiasi 

"Memastikan tenaga kerja memiliki keahlian yang dibutuhkan sesuatu tuntutan perkerjaan," tuturnya.

Selain itu, adanya akselerasi pelatihan vokasi secara konsisten, untuk mendapatkan tenaga kerja yang bisa diserap pasar kerja.

Ma'ruf Amin juga menekankan perlunya terobosan pelatihan vokasi, seperti waktu lebih singkat sesuai kebutuhan industri dan eksklusif menjangkau semua kalangan.

"Saya berharap seluruh upaya merevitalisasi bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Indonesia," imbuhnya. (mcr31/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Job Fair Hybrid Kota Padang 2023 Resmi Dibuka, Tersedia 2.424 Lowongan Kerja


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler