Soroti Tambang Galian C di Palu dan Donggala, ART: Merusak Lingkungan

Rabu, 13 Desember 2023 – 20:46 WIB
Aktivitas galian C di kawasan pegunungan, jalan poros Palu-Donggala, Sulteng yang dinilai merusak lingkungan. Foto; dokumentasi pribadi ART

jpnn.com - Anggota DPD RI dapil Sulawesi Tengah (Sulteng) Abdul Rachman Thaha (ART) menyoroti aktivitas pertambangan galian C di jalan poros Palu-Donggala yang dinilai merusak lingkungan.

Abdul menilai aktivitas tambang galian C itu perlu dikoreksi dan diawasi dari tiga aspek, pertama terkait lingkungan karena perusahaan yang beroperasi tidak melakukan penghijauan kembali.

BACA JUGA: ART Adakan Program Umrah Gratis Bagi Warga Sulteng

"Bukit atau gunung itu adalah pasak bagi bumi yang seharusnya dijaga dan ada upaya pelestarian ketika melakukan aktivitas di atasnya," ucapnya di Palu, dikutip dari siaran pers, Rabu (13/12).

Namun, dari pengamatannya di lapangan, sepanjang daerah Watusampu sampai Loli, Abdull tidak melihat aktivitas tambang galian C yang dibarengi pelestarian alam.

BACA JUGA: Analisis Reza soal Penuntasan Kasus KM 50 hingga Penembakan Harun Al Rasyid yang Disoal Anies

"Investor terus mengeruk saja, tetapi tidak ada timbal balik dari segi penghijauan," kata senator yang beken disapa dengan inisial ART itu.

Aspek kedua terkait dengan dana corporate social responsibility (CSR) dan pajak perusahaan galian C yang beroperasi di sepanjang Watusampu dan Loli.

BACA JUGA: Waspadai Penularan Covid-19 Varian ERIS saat Nataru, Begini Gejalanya

Dari data yang diperoleh ART, dana CSR dari sejumlah perusahaan tidak tepat sasaran karena tidak diterima masyarakat,
tetapi diduga masuk ke kantor-kantong oknum tertentu.

Oleh karena itu, dia meminta kebocoran dana CSR yang seharusnya dinikmati masyarakat itu ditelusuri oleh pihak terkait. Dia bahkan mendorong aparat penegak hukum mengusut pajak perusahaan galian C di sana.

"Audit seluruhnya dana CSR dan pajaknya. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Saya akan kejar masalah ini. Kasihan daerah ini, hanya dijadikan lahan untuk mencari untung. Sementara masyarakat daerah ini yang dirugikan," tutur ART.

Selain itu, ART juga menyoroti masalah kesehatan masyarakat yang bermukim di sekitar areal pertambangan galian C banyak terserang ISPA akibat debu dari kegiatan pertambangan yang masif.

"ISPA sudah mengintai. Namun, saya belum melihat upaya berkesinambungan yang dilakukan perusahaan galian C. Seharusnya ini jangan dianggap sepele. Karena ini soal hajat hidup orang banyak," ujarnya.

ART menilai masyarakat di sekitar kawasan tambang galian C juga harus diberdayakan sehingga tidak hanya jadi penonton di daerahnya sendiri. Kehadiran investasi di daerah itu seharusnya tidak menyengsarakan, tetapi harus menyejahterakan.

"Ini tidak boleh dibiarkan. Bisa kita lihat sekarang, bukit dan gunung-gunung sepanjang Watusampu sampai Loli, sudah gundul. Namun, upaya penghijauan belum tampak," kata ART.

Pria kelahiran Palu, 17 September 1979 itu juga meminta pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup membuka data perusahaan galian C yang tidak patuh terhadap lingkungan, lalu berikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

"Saya tidak mau daerah saya di kemudian hari kena getahnya. Begitu investor selesai menambang, mereka tinggalkan. Mereka pulang bawa untung. Sementara daerah ini sudah terancam oleh bencana. Saya tidak mau ini terjadi," ucap ART. (fat/jpnn.com)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Joget Gemoy Prabowo Tampak Sangat Bermasalah, Tak Kenal Situasi


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler