Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Yandri Susanto Sebut BTQ Harus Dipertahankan

Senin, 27 November 2023 – 22:49 WIB
Yandri Susanto. Foto: Ricardo/dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - MPR RI terus menyosialisasikan empat pilar di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/11).

Kali ini, MPR berkolaborasi dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam SMP, SD, dan SMK Kabupaten Serang.

BACA JUGA: MPR Sosialisasi Empat Pilar, Singgung Terbitnya SEMA Nomor 2 Tahun 2023

Wakil Ketua MPR RI Yandri Susanto mengatakan empat pilar yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika ini penting diketahui oleh setiap warga negara untuk mengenali Indonesia.

Seusai menyampaikan pidatonya, Yandri mengaku menerima aspirasi tentang pelajaran soal baca dan tulis Al-Qur'an (BTQ) sebagai mata pelajaran muatan lokal yang sudah hilang.

BACA JUGA: Legislator Demokrat Ini Ingatkan Pentingnya 4 Pilar Kebangsaan

"Nah, sekarang di beberapa daerah, termasuk tadi saya dengar di beberapa daerah di Banten, baca dan tulis Al-Qur'an itu BTQ itu sudah hilang," kata legislator Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ditemui setelah kegiatan sosialisasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin.

Menurut Yandri, BTQ seharusnya tidak hilang sebagai pelajaran untuk anak didik meskipun dijadikan sebagai bahan pendidikan saat ekstrakurikuler.

BACA JUGA: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat Ajak Mahasiswa Tekuni Kewirausahaan Sejak Dini

"Menurut saya itu tidak boleh hilang, kalau pun hanya satu muatan lokal, itu menurut saya BTQ, lah, yang paling pas untuk muatan lokal yang lain bisa mengikut, bisa dijadikan pendidikan extrakulikuler," katanya.

Yandri pun meminta pemerintah daerah dari bupati dan wali kota bisa mempertahankan BTQ sebagai pelajaran di level SD, SMP, atau SMA.

"Maka, saya meminta kepada pemda, kepada bupati, wali kota maupun para gubernur yang menangani memang khusus sekolah umum, BTQ itu sebaiknya dijadikan mata pelajaran lokal yang wajib diadakan disetiap jenjang pendidikan," kata mantan pimpinan Komisi VIII DPR RI itu. (ast/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler