Spanduk Bergambar Bintang Kejora Disita Polisi

Jumat, 02 Desember 2011 – 07:22 WIB

SORONG -  Rangkaian peringatan 1 Desember yang diklaim sebagai HUT Bangsa Papua ke-50 di Aula eks Gereja Maranatha Remu, Kamis (1/12) berlangsung amanMeski demikian, peringatan itu sempat diwarnai dengan insiden saat massa berada di Lapangan SPG Remu, Sorong, Provinsi Papua Barat.

Polisi  dibawah komando Kapolres Sorong Kota AKBP

BACA JUGA: Jayawijaya-Merauke Aman

Tri Atmodjo terpaksa mengambil satu buah spanduk Dewan Adat Papua (DAP) yang hendak dibentangkan.  Ini dilakukan karena di spanduk tersebut terdapat gambar bendera Bintang Kejora


Rencananya spanduk ukuran sedang itu hendak dibentangkan lalu diarak oleh massa dari  Lapangan SPG menuju Aula eks Gereja Maranatha.  Pantauan Koran ini saat polisi meminta panitia dan massa yang membentangkan spanduk bergambar Bintang Kejora untuk segara dilipat dan disimpan, kejadian itu sontak saja, membuat warga Papua yang hadir langsung naik darah, dan memarahii aparat kepolisian.

Meski sempat terjadi baku tarik spanduk antaran anggota polisi dan massa akhirnya massa merelakan spanduk tersebut untuk diamankan

BACA JUGA: UMP Papua Barat Dianggap Tak Masuk Akal

Hal itu lantaran diduga dapat memprovokasi situasi
Selain itu, beberapa bendera Bintang Kejora ukuran kecil yang juga menebar di tengah-tengah massa turut diamankan

BACA JUGA: Pasar Lengang, Siswa Dipulangkan Lebih Awal

Spanduk dan bendera ukuran kecil selanjutnya diamankan didalam mobil anggota untuk dibawa ke Mapolres sebagai barang bukti (BB)

Kejadian itu, tidak menimbulkan keributanSebagain besar massa justru terlihat memperingatkan lainnya agar tidak melakukan hal yang dapat memancing situasi.   Setelah beberapa saat berkumpul di Lapangan SPG, selanjutnya massa dengan nyanyian dan tarian-tarian adat Papua dan membentangkan spanduk, berjalan perlahan-lahan menuju Aula Maranatha  untuk mendengarkan orasi yang akan dibawakan oleh Dewan Adat Papua (DAP) wilayah Sorong

Dalam perjalanan menuju Aula Maranatha, massa terus menyanyi dan menari, sambil bersorak dengan kata-kata “merdeka, merdeka, bangsa Papua merdeka”Dalam aksinya itu massa  dikawal oleh pasukan Brimob yang lengkap dengan tameng dan senjata, serta puluhan anggota Polresta Sorong lengkap dengan  mobil water canonnya(reg/iso)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Di Kaimana, Peringatan Hanya Doa Bersama


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler