Sputnik V, Vaksin ke-4 Terbanyak yang Diproduksi di Dunia, Selanjutnya ada Moderna dan Sinovac

Minggu, 10 Januari 2021 – 14:02 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19. Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Vaksin Sputnik V yang dikembangkan oleh Gamaleya Institut masuk dalam jajaran tujuh besar merek vaksin Covid-19 yang paling banyak diproduksi di dunia.

Pusat Inovasi Kesehatan Duke Global mencatat produksi vaksin Sputnik V sebanyak 504 juta dosis per Desember 2020.

BACA JUGA: Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Jatuh, Ramalan Mbak You Terbukti?

Dari total produksi tersebut, vaksin Sputnik V akan dikirimkan ke beberapa negara pemesan seperti India, Brasil, dan Meksiko.

Kemudian negara lain yang tertarik memesan vaksin Sputnik V ialah Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Argentina, hingga Filipina.

BACA JUGA: KPK Sebut Distribusi Vaksin Covid-19 Rawan Penyimpangan

Selain membeli langsung, ada beberapa negara yang menjalin kerja sama produksi vaksin Sputnik V.

Misalnya, GL Rapha asal Korea Selatan bersama dengan Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) telah menyetujui untuk memproduksi lebih dari 150 juta dosis vaksin Covid-19 Sputnik V per tahun.

BACA JUGA: China Bakal Produksi Vaksin Sputnik V

"Sputnik V didasarkan pada platform vektor adenoviral manusia yang aman dan efektif," kata CEO Dana Investasi Langsung Rusia, Kirill Dmitriev dikutip dari Reuters.

Berikut tujuh besar merek vaksin Covid-19 dengan produksi terbanyak di dunia menurut laporan Pusat Inovasi Kesehatan Duke Global:

1. AstraZeneca-Universitas Oxford (2,8 miliar dosis)

2. Novavax (1,3 miliar dosis)

3. Pfizer-BioNTech (923 juta dosis)

4. Sputnik V (504 juta dosis)

5. Moderna (491 juta dosis)

6. Sinovac (289 juta dosis)

7. Sinopharm (70 juta dosis).(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler