Sri Mulyani Buka-bukaan soal BBM Bersubsidi Sesungguhnya, Jangan Kaget!

Sabtu, 27 Agustus 2022 – 09:54 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka-bukaan soal Harga Jual Eceran (HJE) Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Foto/Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka-bukaan soal Harga Jual Eceran (HJE) Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Sri Mulyani pun membeberkan harga sesungguhnya BBM bersubsidi dengan asumsi harga Indonesian Crude Price (ICP) USD 105 per barel dengan nilai tukar rupiah Rp 14.700 per USD.

BACA JUGA: Subsidi Energi 2022 Rp 502 Triliun, Sri Mulyani: Setara dengan Pembangunan 3.333 Rumah Sakit

Eks Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebutkan HJE solar yang ditetapkan oleh PT Pertamina (Persero) dengan seizin pemerintah sebesar Rp 5.150 per liter, sedangkan harga keekonomiannya sudah mencapai Rp 13.950 per liter.

"Artinya, masyarakat dan seluruh perekonomian mendapatkan subsidi Solar sebesar 63 persen atau mencapai Rp 8.800 per liter dari harga riilnya," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers Tindak Lanjut Hasil Rakor Kemenko Perekonomian terkait kebijakan Subsidi BBM di Jakarta, Jumat (27/8).

BACA JUGA: Bu Sri Mulyani Jangan Menyakiti Hati ASN, Mereka Sudah Menabung untuk Dana Pensiun

Kemudian, HJE Pertalite yang ditetapkan sebesar Rp 7.650, harga keekonomiannya sudah mencapai Rp 14.450 per liter.

Pemerintah pun memberikan subsidi mencapai Rp 6.800 untuk setiap liter bahan bakar ini.

BACA JUGA: Sri Mulyani Sebut Mayoritas Subsidi BBM Pertalite Dinikmati Orang Kaya

"Harga pertalite sekarang ini, rakyat setiap liternya mendapatkan subsidi 53 persen atau Rp 6.800 setiap liter yang dibeli," ujar Sri Mulyani.

Di sisi lain, HJE Pertamax yang ditetapkan saat ini sebesar Rp 12.500 per liter, harga keekonomiannya sudah mencapai Rp 17.300 per liter.

Oleh karena itu, pemerintah memberikan subsidi mencapai Rp 4.800 untuk setiap liter bahan bakar ini.

"Setiap orang mampu yang mobilnya bagus membeli Pertamax, per liternya mendapatkan subsidi Rp 4.800," ujar Sri Mulyani.

Kemudian, untuk HJE LPG 3 kilogram yang ditetapkan saat ini sebesar Rp 4.250 per kilogram, harga keekonomiannya sudah mencapai Rp 18.500. Pemerintah memberikan subsidi mencapai Rp 14.250 untuk setiap kilogram bahan bakar gas ini.

"Jadi, kalau setiap kali beli LPG 3 kilogram maka mereka mendapatkan subsidi Rp 42.750," ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan pada tahun ini anggaran BBM bersubsidi dan LPG mencapai Rp 149,4 triliun, dan subsidi listrik mencapai Rp 59,6 triliun.

"Kompensasi BBM mencapai Rp 252,5 triliun dan kompensasi listrik mencapai Rp 41,0 triliun," tegas Sri Mulyani.

Adapun anggaran subsidi dan kompensasi mencapai Rp 502,4 triliun. Jumlah ini berpotensi membengkak hingga Rp6 98 triliun atau naik Rp 195,6 triliun, apabila konsumsi terus meningkat. (antara/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler