Ssst, 6 Bidang Tanah Diduga Milik Nurdin Abdullah Disita KPK

Sabtu, 19 Juni 2021 – 02:10 WIB
Tim penyidik KPK memasang plang penyitaan pada aset tanah yang diduga milik tersangka Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah di Maros, Sulsel, Kamis (17/6/2021). (Antara/HO-Humas KPK)

jpnn.com, JAKARTA - Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita enam bidang tanah di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Kamis (17/6).

Tanah yang berlokasi di Dusun Arra, Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu, Maros tersebut diduga milik tersangka dugaan suap Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah (NA).

BACA JUGA: Novel Baswedan Cs Terus Merongrong KPK, Mahasiswa Banten: Itu Perbuatan Makar

Penyitaan dilakukan terkait penyidikan kasus dugaan suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel Tahun Anggaran 2020-2021.

"Tim penyidik telah melakukan pemasangan plang penyitaan pada aset yang diduga milik tersangka NA sebanyak enam bidang tanah," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (18/6).

BACA JUGA: Terungkap, Inilah Instrumen TWK yang Dipakai BKN untuk Pegawai KPK

Menurut Fikri, tujuan pemasangan plang penyitaan aset tersebut untuk menjaga agar lokasi itu tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu yang tak berkepentingan.

Hingga kini KPK masih melakukan penyidikan terhadap dua tersangka penerima suap kasus tersebut, yaitu Nurdin Abdullah (NA) dan Edy Rahmat (ER) yang merupakan mantan sekretaris Dinas PUTR Sulsel sekaligus orang kepercayaan Nurdin.

BACA JUGA: Detik-detik Penangkapan JH, Otak Pelaku Pembunuhan Bu Guru Lisbet

Sementara pemberi suap adalah kontraktor/Direktur PT Agung Perdana Bulukumba Agung Sucipto yang saat ini sudah berstatus terdakwa dan dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Makassar.

Nurdin diduga menerima total Rp 5,4 miliar dengan rincian pada 26 Februari 2021 menerima Rp 2 miliar yang diserahkan melalui Edy dari Agung.

Selain itu, Nurdin juga diduga menerima uang dari kontraktor lain diantaranya pada akhir 2020 Nurdin menerima uang sebesar Rp 200 juta.

Selanjutnya, pada pertengahan Februari 2021 Nurdin melalui ajudannya bernama Samsul Bahri menerima uang Rp 1 miliar, dan awal Februari 2021 Nurdin melalui Samsul Bahri menerima uang Rp 2,2 miliar. (antara/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler