Staf AirAsia Kawal Jenazah Vera Chandra ke Tarakan

Rabu, 14 Januari 2015 – 23:34 WIB
Staf AirAsia ikut mengawal jenazah Vera Chandra Kho dibawa ke Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Rabu (14/1). Foto: Radar Tarakan/JPNN

jpnn.com - TARAKAN – Kedatangan jenazah Vera Candra Kho menggunakan Garuda Indonesia di Bandara Juwata Tarakan sekira pukul 14.15 Wita, Rabu (14/1), ternyata tak hanya didampingi oleh pihak keluarga.

Perwakilan dari maskapai AirAsia ikut mengawal peti jenazah Vera mulai di Surabaya. Adalah Sofyan, perwakilan AirAsia yang dipercaya mendampingi jenazah Vera. Namun sayang, saat dikonfirmasi, pria ini enggan memberikan keterangan. Dia pun berharap seluruh informasi disampaikan oleh keluarga korban yang sedang berduka.

BACA JUGA: Tangis Michael Pecah di Samping Peti Jenazah Kakak Sulungnya

“Nanti pihak keluarga akan mengadakan konferensi pers kalau sudah saatnya, sekarang mereka masih berduka. Nanti sama pihak keluarga korban aja,” ujarnya sebelum meninggalkan rumah duka kepada Kaltara Pos (Grup JPNN.com)

Dari pihak keluarga, turut dalam penerbangan itu dua adik Vera Chandra, yakni Stevany Chandra dan Michael Chandra serta pamannya, Herri Konan dan Kho Gunawan. (baca juga: Pakai Anting Kembar dengan Adik, Jenazah Gadis Tarakan Teridentifikasi)

BACA JUGA: Lupa Matikan Obat Nyamuk, Rumah Ludes

Heri Konan yang baru tiba saat dikonfirmasi masih tak sanggup berkata-kata atas musibah yang menimpa adiknya, Kho Wijaya Kusumo bersama istrinya Ong Sherly beserta putrinya Vera Chandra. Heri terlihat lelah dan masih terlihat gurat duka di matanya.

Hal ini terpantau dari matanya yang merah disertai kantung mata yang sedikit membesar. Ketika wartawan mencoba mendekatinya, Ia berlalu pergi seraya meminta maaf.

BACA JUGA: Kadishutbun Beber Penyebab Anggota Polhut Marah

Sementara itu, kakak tertua Kho Wijaya Kusumo, Herdianto yang ditemui saat menunggu kedatangan jenazah Vera di depan ruang kargo menjelaskan, peti berisi jenazah Vera Chandra diberangkatkan dari Surabaya sekira pukul 6.20 Wita, kemarin menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

Setelahnya, jenazah Vera langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di depan Masjid Agung Al-Maarif Selumit untuk dilakukan upacara keagamaan.

“Disembayangkan yang dipimpin langsung oleh pendeta Yuli dari Gereja Bethany Indonesia. Kemudian malam kita lakukan lagi upacara keagamaan. Besok jam 2 (Kamis pukul 14.00 Wita, red) baru kita makamkan di pemakaman Gunung Lingkas,” jelas Herdianto yang mengaku sudah berada di Tarakan sejak beberapa hari lalu untuk mempersiapkan penyambutan dan pemakaman.

Herdianto juga mengakui semua keluarga telah berkumpul, baik dari pihak keluarga dari perempuan maupun pihak laki-laki.

“Tadi ada dua orang yang baru datang dari Samarinda naik Sriwijaya jam 9 tadi, untuk melihat langsung pemakaman Vera,” jelasnya.(*/kj/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jenazah Vera Chandra Tiba di Rumah Duka, Tercium Bau Wangi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler