Stafsus Menpora Dorong Pemuda Aktif dalam Politik untuk Membentuk Masa Depan Bangsa

Senin, 18 September 2023 – 11:26 WIB
Staf khusus Menpora Alia Noorayu Laksono menyampaikan Menpora telah menandatangani MoU dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai tugas Kemenpora dalam meningkatkan partisipasi pemuda dalam pemilu. Foto: Dok Tim Media Staf khusus Menpora

jpnn.com, JAKARTA - Masa depan politik kita terletak pada pundak pemuda. Mereka adalah penerus generasi yang akan membentuk wajah politik negara.

Hal itu menjadi poin utama diskusi yang dimoderatori oleh Stafsus Menpora Alia Noorayu Laksono dengan narasumber founder komisi.co Gianluigi dan Ketua umum bakornas fokusmaker Ali Ghiffar Putra Rinanto.

BACA JUGA: Gantikan Raden Isnanta, Rudy Sufahriadi Siap Gas Pol Instruksi Menpora Dito

Diskusi yang bertema Pemuda dan Pemilu untuk memahami betapa krusialnya peran pemuda dalam proses politik itu digelar di Raizen Kafe, Duren Sawit, Minggu (17/9/2023). Acara tersebut diikuti sebanyak 150 orang pemuda.

Ali Ghiffar mengatakan Pemuda bukan hanya segelintir individu. Mereka adalah kelompok pemilih yang signifikan.

BACA JUGA: Menpora Dito Lantik Asrorun Niam Sebagai Deputi Pemberdayaan Pemuda

Suara mereka memiliki potensi besar untuk memengaruhi hasil pemilihan dan komposisi kekuasaan politik. Energinya, pandangan segar, dan semangat mereka dapat membawa perubahan positif dalam politik.

Pemuda seringkali menjadi penggerak perubahan dalam agenda politik. Mereka memperjuangkan isu-isu yang mereka anggap penting, seperti perubahan iklim dan pendidikan.

BACA JUGA: Haornas 2023, Prabowo Puji Menpora Dito: Sosok Penerus yang Harus Tampil di Masa Mendatang

"Isu-isu ini menjadi pusat perhatian mereka dan memaksa para pemimpin politik untuk merespons," ujarnya.

Lebih lanjut, Gianluigi mengatakan pemuda tumbuh dalam era teknologi digital. Mereka aktif di media sosial dan menggunakan teknologi digital sebagai sarana untuk berkomunikasi, berorganisasi, dan menyebarkan informasi politik.

Ini mengubah cara kampanye politik dilakukan dan cara pemilih dipengaruhi.

"Untuk memastikan partisipasi yang efektif, penting untuk memberikan pendidikan politik kepada pemuda," katanya.

Ini mencakup pemahaman tentang proses pemilihan, hak-hak pemilih, dan dampak kebijakan politik terhadap masyarakat.

"Dengan pengetahuan ini, pemuda dapat membuat keputusan yang berinformasi," imbuhnya.

Dalam menutup diskusi Staf khusus Menpora Alia Noorayu Laksono menyampaikan Menpora telah menandatangani MoU dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai tugas Kemenpora dalam meningkatkan partisipasi pemuda dalam pemilu.

Selain itu, juga untuk menyosialisasikan pentingnya peran pemuda di pemilu di mana pemuda seringkali dihadapkan dengan apatis politik dan pemikiran kritis dapat membantu mereka menyadari bahwa suara mereka memiliki dampak.

Mereka adalah agen perubahan yang potensial, dan mereka harus berpartisipasi aktif dalam politik untuk membentuk masa depan yang lebih baik.

"Pemuda adalah harapan kita," ujarnya.

Peran mereka dalam politik adalah landasan masa depan politik yang inklusif dan demokratis.

Bersama-sama, kita dapat memastikan bahwa pemuda memiliki pengaruh yang signifikan dalam membentuk arah politik negara kita.(dkk/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Muhammad Amjad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler