Strategi Ampuh Pangdam Brawijaya dalam Penanganan Covid-19 di Jawa Timur

Sabtu, 17 Oktober 2020 – 21:30 WIB
Ilustrasi COVID-19. Foto: diambil dari covid19goid

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Kodam V/Brawijaya, dan Polda Jatim bersinergi mencegah penyebaran dan menangani Covid-19. Salah satunya dengan membentuk Kampung Tangguh.

Pangdam V/Brawijya Mayjen TNI Widodo Iryansyah mengatakan, Kampung Tangguh sangat efektif dalam penanganan Covid-19.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Siswa SMKN Nikahi 2 Wanita, Kapolri Siap Sikat Semua yang Terlibat, Gatot Cs Diminta Siap-siap

“Kampung Tangguh memiliki berbagai kemampuan, seperti mengisolasi warga yang terpapar Covid-19 dan menjaga akses jalan keluar masuk kampung,” kata dia dalam keterangannya pada Sabtu (17/10).

Widodo menambahkan, pihaknya bersama Pemprov dan Polda Jatim tidak hanya membentuk Kampung Tangguh, tetapi juga Pesantren Tangguh, Perusahaan Tangguh, dan Mal Tangguh.

BACA JUGA: Jenderal Andika Intens Komunikasi dengan 10 Pangdam

“Hotel juga dijadikan Hotel Tangguh, yang semuanya dalam bingkai protokol kesehatan,” ujar Widodo.

Selain itu, pihaknya juga berupaya memulihkan ekonomi masyararakat. Yakni dengan membuka kembali pasar malam yang bertempat di lapangan Kodam V/Brawijaya dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan.

BACA JUGA: Konsumsi Obat Herbal NTT, Sejumlah Anggota TNI Sembuh dari COVID-19

“Salah satu persyaratannya setiap hari harus 600 dari 1.200 kapasitas, jadi 50 persen. Untuk lapak atau gerobaknya dikasih jarak per tiga meter dan jalan untuk para pembeli sebesar enam meter dengan satu jalur, sehingga setiap pembeli tidak saling bertatap muka,” sambungnya.

Widodo menerangkan, pihaknya sudah sepakat dengan para pedagang untuk melakukan rapid tes. Bila kedapatan reaktif, segera dilakukan tes usap dan dilarang berjualan sementara.

“Selama jualan, para pedagang dan pembeli harus memakai masker dan face shield. Sebelum memasuki pasar malam, pembeli juga harus disemprot disinfektan dan cuci tangan serta pakai hand sanitizer,” jelasnya.

Dengan kebijakan tersebut, roda ekonomi masyarakat bawah bisa kembali berputar. Dia berharap, masyarakat terus mempertahankan disiplin protokol kesehatan sebelum vaksin dan obat Covid-19 ditemukan.

“Masyarakat sudah terbiasa dengan kehidupan protokol kesehatan. Kalau itu bisa terpatri di hati para masyarakat, mudah-mudahan tanpa menunggu obat maupun vaksin Covid-19, Jawa Timur sudah bisa hijau lagi,” tandas Widodo. (cuy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler