Stres Rentan Memicu Konsumsi Narkoba?

Rabu, 06 Maret 2019 – 04:07 WIB
Stres. Ilustrasi.

jpnn.com - Tingkat stres dan tuntutan pekerjaan yang tinggi (seperti pada politikus maupun artis) rentan membuat seseorang terjerumus ke dalam jurang narkoba.

Terciduknya Andi Arief turut menambah daftar nama orang terkenal yang terlibat kasus narkoba. Sehari sebelumnya, artis Sandy Tumiwa juga dibekuk karena kasus yang sama. Meski dampak konsumsi narkoba amat membahayakan tubuh, rupanya masih banyak orang yang tergoda untuk mencobanya.

BACA JUGA: Gerebek Kampung Ambon, Polisi Sempat Dilempari Batu

Dampak stres pada tubuh Anda
Stres merupakan beban emosional atau fisik yang didapat seseorang karena peristiwa tertentu, sehingga tubuhnya akan mengeluarkan sejumlah zat kimia dan hormon.

Dampaknya, tekanan darah, denyut nadi dan gula darah meningkat, serta otot-otot menjadi tegang. Sistem saraf, hormonal, kekebalan tubuh dan sistem kardiovaskular juga dapat ikut berdampak jika seseorang mengalami stres.

BACA JUGA: Polisi Pastikan Andi Arief Pulang Malam Ini, Tapi...

Bila dilihat dari efek jangka pendeknya, stres bisa membuat seseorang mengalami jantung berdebar, tangan berkeringat atau nyeri kepala. Selain itu, nyeri otot, tekanan darah tinggi, gangguan tidur dan sulit membuat keputusan juga kerap menyerang orang yang stres.

Tekanan yang datang pada saat stres sebetulnya tidak berbahaya. Namun, respons terhadap situasi tersebutlah yang bisa menyebabkan berbagai efek pada tubuh.

BACA JUGA: Simpang Siur soal Andi Arief: Antara Boleh Pulang dan Masih di Kepolisian

Tak heran, ada saja orang yang mengalihkan stres tersebut dengan melakukan kebiasaan yang dapat merusak tubuh seperti merokok, mengonsumsi alkohol, makan berlebihan atau menggunakan narkoba.

Kaitan stres dan konsumsi narkoba

Menurut penelitian, terdapat hubungan antara tingkat stres yang kronis dengan penyalahgunaan narkoba.

Seperti dilansir dari Pyschology Today, disebutkan bahwa pengalaman di masa anak-anak seperti pelecehan seksual, bullying, kekerasan fisik, kehidupan keluarga yang tidak harmonis, tidak diasuh dengan baik oleh orang tua, dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menggunakan narkoba.

Selain pengalaman di masa anak-anak, tingkat stres yang tinggi saat dewasa seperti pernikahan yang tidak bahagia, masalah di pekerjaan ataupun pelecehan fisik dan seksual juga dapat membuat orang rentan menggunakan narkoba.

Bagi mereka, konsumsi narkoba dianggap menjadi jalan pintas untuk menyelesaikan masalah yang ada. Padahal, narkoba hanya dapat menenangkan sementara dan justru bisa menambah masalah baru.

Penggunaan narkoba tertentu yang bersifat stimulan seperti metamfetamin atau sabu dan juga kokain sering kali disalahgunakan karena efek samping sesaat yang dihasilkan. Penggunaan kokain dapat menghasilkan efek euforia, meningkatkan energi, rasa percaya diri dan meningkatkan mood.

Efek instan yang dihasilkan ini sering kali disalahgunakan oleh orang tertentu untuk meningkatkan rasa percaya diri saat melakukan pekerjaan tertentu, misalnya pada artis yang akan tampil. Narkoba tersebut dikonsumsi untuk menghilangkan rasa gugup, sehingga bisa tampil prima.

Tak hanya orang yang bekerja di dunia hiburan, narkoba juga banyak disalahgunakan agar tetap fokus, misalnya saat harus bekerja hingga larut malam dengan tingkat stres yang tinggi.

Bahkan, pada pekerjaan tertentu yang menuntut penampilan, narkoba jenis tertentu juga sering disalahgunakan untuk menurunkan nafsu makan dan menurunkan berat badan.

Tingkat stres yang tinggi bisa dialami oleh Anda yang memiliki tuntutan pekerjaan berat dan harus berpacu dengan waktu. Belum lagi bila masalah lain turut berdatangan, baik soal ekonomi maupun percintaan. Bila tak kuasa menahan godaan, bisa saja Anda salah langkah dan mengonsumsi narkoba sebagai penghalau stres.

Padahal, konsumsi zat adiktif ini bisa merusak tubuh, bahkan masa depan Anda. Lebih baik, hindari narkoba dan lakukan meditasi atau yoga untuk menghilangkan stres yang mengganggu.(NP/RVS/klikdokter)

BACA ARTIKEL LAINNYA... BNN: Andi Arief Bisa Direhabilitasi 3 Atau 6 Bulan


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler