Suami Edan, Ngaku ke Istri jadi Korban Begal, Ternyata Bercinta Satu Malam Bareng PSK

Jumat, 14 April 2023 – 00:24 WIB
Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede saat menunjukan barang bukti kasus laporan palsu dengan tersangka DR yang mengaku sebagai korban begal di wilayah Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, Jabar, Kamis (13/4/2023). ANTARA/Aditya Rohman

jpnn.com, SUKABUMI - Polisi menangkap lelaki berinisial DR (36) yang merupakan pelaku pembuat laporan palsu. Dia sudah mengaku menjadi korban pencurian dan kekerasan di Kecamatan Lengkong, Sukabumi, Jawa Barat.

Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede mengatakan DR sempat mengaku kepada istri dan polisi bahwa menjadi korban begal. Padahal, dia sudah menggunakan uang istrinya untuk menyewa pekerja seks komersial (PSK).

BACA JUGA: Soal Laporan Brigjen Endar, Dewas Sebut Sudah Periksa 5 Pimpinan KPK

"Dari hasil penyidikan, tersangka ini sengaja membuat laporan palsu menjadi korban begal untuk mengelabui istrinya agar uang Rp 10 juta yang digunakan menyewa PSK tidak ketahuan oleh istrinya," ujar Maruly dikutip dari Antara, Kamis (13/4).

Perwira menengah Polri itu mengatakan kasus berawal ketika pelaku yang merupakan warga Kampung Kiarakoneng, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi diminta untuk mengambilkan uang milik istrinya.

BACA JUGA: Kombes Auliansyah Ungkap Latar Belakang Tersangka Penempel QRIS Palsu di Masjid, Tak Disangka

Namun, ternyata uang tersebut bukannya diserahkan kepada sang istri, tetapi digunakan oleh DR untuk berfoya-foya dan bercinta satu malam bareng PSK.

Setelah uang Rp 10 juta tersebut habis dan takut dipertanyakan istrinya, tersangka kemudian merencanakan aksi menjadi korban begal saat perjalanan menuju rumah.

BACA JUGA: Soal Kelakuan Moeldoko, Demokrat: Jenderal, Tetapi Jadi Begal Partai

Aksi pura-pura itu dilakukan pada Minggu (9/4) sekitar pukul 15.30 WIB di Kampung Wangun, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi.

Agar aksinya itu tidak dicurigai, DR pun berpura-pura tergeletak tidak berdaya di pinggir jalan sembari meminta pertolongan kepada warga atau pengendara yang melintas.

Tidak berselang lama ada warga yang melintas dan langsung membantu tersangka, kemudian DR membuat laporan sebagai korban begal di Polsek Lengkong.

Polisi yang menerima laporan itu langsung melakukan olah TKP dan mengembangkan kasus yang dilaporkan DR.

Namun, setelah beberapa hari melakukan penyelidikan, polisi menemukan adanya kejanggalan dari laporan itu, apalagi DR juga berbelit-belit saat diperiksa.

Akhirnya kasus ini terungkap, ternyata laporan tersangka ke Polsek Lengkong hanyalah bohong belaka. Laporan palsu yang dibuat tersangka untuk mengelabui istrinya.

"Laporan adanya pembegalan ini sempat menjadi perhatian kami, karena selain membuat laporan palsu, tersangka pun membuat tulisan di akun media sosialnya yang menyebutkan dirinya korban begal sehingga unggahan itu menjadi viral dan membuat resah warga," tambah Kapolres.???

Guna kepentingan penyidikan lebih lanjut, tersangka DR saat ini ditahan di Mapolres Sukabumi dan dijerat dengan Pasal 220 KUHP tentang laporan palsu yang ancaman hukumannya maksimal satu tahun empat bulan penjara.

Di sisi lain, Kapolres yang akrab disapa Aa Dede itu mengimbau warga agar jangan resah karena Polres Sukabumi memastikan tidak ada kasus pembegalan di wilayah hukumnya serta menjamin keamanan masyarakat. (antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Puluhan PSK Terjaring, Ada yang Lagi di Panti Pijat


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler