Sudah 12 Tahun Ringan Tangan kepada Keluarga, Terakhir Bikin Tulang Paha Anak Patah

Selasa, 30 Juli 2019 – 03:21 WIB
Kaki bocah korban penganiayan oleh ayah kandungnya di Karangasem. Foto: istimewa

jpnn.com, KARANGASEM - KA, warga Desa Manggis, Karangasem, Bali, harus berurusan dengan polisi karena menganiaya anaknya berinisial PSM, 11, di rumahnya.

Parahnya, korban sampai mengalami patah tulang paha kiri. Disebut, sudah bertahun-tahun KA berperilaku kasar terhadap darah dagingnya sendiri.

BACA JUGA: Pengakuan Perempuan Penganiaya Balita, Sadis Amat!

Menurut keterangan sumber koran ini, KA sudah sempat dimintai klarifikasi oleh Unit Reskrim Polres Karangasem pada Jumat malam (26/7) lalu. Sejak perilaku kejinya, melakukan KDRT terendus. Sayangnya, terduga pelaku KA sedikit pun tak mengakui perbuatannya.

BACA JUGA: Singapura Jadi Negara Paling Banyak Berinvestasi di Batam

BACA JUGA: Pengasuh Kejam, Siksa Bocah Tiga Tahun Pakai Kayu hingga Patah Tulang

“Nggak ngaku, malah anaknya ini dikatakan jatuh dari pohon, sampai dia menghadirkan beberapa saksi tetangganya yang tidak tahu apa-apa untuk mengakui anaknya jatuh,” ujar sumber yang enggan dikorankan namanya kemarin (28/7).

Kepada Bali Express (Jawa Pos Group), sumber menyampaikan bahwa kejadian saat itu bermula ketika adik korban tengah rewel karena sedang sakit. Korban yang sedang makan menjadi lampiasan emosi KA.

BACA JUGA: Gegara Sebungkus Mi Instan, Mualim Bacok Anak Tirinya

“Jadi korban ini memang sering gangguin adiknya. Tapi pas hari kejadian itu korban tidak mengganggu adiknya, adiknya kan sedang sakit. Singkatnya, korban waktu itu sedang makan. Lalu pelaku ini marah dengan mengatakan korban gangguin adiknya,” urai sumber di kepolisian.

Dijelaskan pula, KA sempat melontarkan kata-kata yang tidak sepantasnya diucapkan sebagai seorang ayah. Hingga KA menghajar darah dagingnya sendiri dengan keji. “Intinya malu karena kondisi kaki korban pincang dan mengecil sebelah,” ungkap sumber ini.

Padahal, kaki yang dibilang pincang tersebut, juga merupakan efek dari penganiayaan yang dilakukan KA sendiri dua tahun lalu. Sehingga ada masalah di bagian otot pinggul korban dan berakibat salah satu kakinya tidak berkembang sempurna.

“Iya dibanting, dipukul pakai tangan kosong itu, sampe tulang paha patah. Tulang paha kan tulang paling besar dalam tubuh kita, sampai bisa patah, saya nggak bisa bayangkan. Kena selangkangannya juga, sebelum itu kan juga dipukul pakai kawat gantungan baju bagian punggungnya,” ujar sumber.

Penganiayaan tersebut dibeberkan sumber selalu dilakukan di dalam rumah, sehingga tidak banyak yang tahu. Hingga kejadian terkaparnya korban saat pahanya patah, KA pun dipastikan mengetahui kondisi tersebut. Korban dibawa langsung ke RSUP Sanglah pada Kamis (25/7).

BACA JUGA: Pembalap Arif Murizal Meninggal, Tim Kejurnas Motorprix Ramai-ramai Undur Diri

Dari informasi yang dihimpun, KA memang kerap melakukan KDRT terhadap istri dan ketiga anaknya. Sudah 12 tahun KA ringan tangan kepada keluarganya. Pun, kejadian ini dilakukan berulang-ulang sejak PSM berumur 2 tahun.

“KA memang sempat dimintai keterangan di Polsek Manggis. Tapi memang belum ada laporan resminya. Korban ini luka patah tulang paha kiri, kepala sakit karena keseringan dijambak dan telinga kirinya memar parah,” jelas sumber.

Untuk diketahui, petugas sudah melakukan BAP terhadap korban, dan tinggal menunggu hasil visum. Terduga pelaku KA pun memang belum ditahan. (afi/aim)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Acara Ulang Tahun Polisi Ini Berujung Petaka


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler