Sudah 14 Tahun Honorer K2 Ini Tinggal Bersama Keluarganya di Ruang Guru

Selasa, 03 September 2019 – 09:58 WIB
Destria dan keluarga kecilnya tidur di ruang guru karena tidak mampu bayar kontrakan. Foto: Istimewa for JPNN.com

jpnn.com, KARAWANG - Destria Wibowo merupakan tenaga honorer K2 yang bekerja sebagai penjaga sekolah. Sudah 14 tahun dia bersama istri dan dua anaknya tinggal di ruang guru, SDN Karawang Wetan 3 Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Jabar.

Sejatinya, Destria ingin tinggal di rumah kontrakan. Namun, apa daya gaji yang diterima hanya Rp 500 ribu per bulan. Jangankan untuk sewa kontrakan, untuk kebutuhan sehari-hari saja tidak cukup. Belum lagi untuk biaya sekolah anak-anaknya.

BACA JUGA: Tidak Ada Alasan untuk Menolak Pengangkatan CPNS dari Honorer K2

Kepada JPNN.com, Destria mengaku, pernah ikut seleksi CPNS 2013. Namun, dia gagal karena tidak lulus tes. Meski begitu dia tetap bersemangat dan selalu menjalankan tugasnya sebagai penjaga sekolah.

"Hampir 14 tahun lebih menjadi abdi negara dengan gaji di bawah UMR, dengan beban yang begitu berat. Baik beban moral dan beban pikiran demi membiayai anak-anak sekolah karena begitu tingginya biaya hidup,” kata Destri, Selasa (3/9).

BACA JUGA: Gerindra Perjuangkan Honorer K2, Tetapi Revisi UU ASN Tergantung Pemerintah

Penjaga sekolah di SDN Karawang Wetan 3 Kecamatan Karawang Timur ini sering ikut demo honorer K2 untuk menuntut perbaikan nasib. Berkali-kali demo tapi tidak ada kepastian, membuat Destria hampir menyerah.

BACA JUGA: Gerindra Perjuangkan Honorer K2, Tetapi Revisi UU ASN Tergantung Pemerintah

BACA JUGA: Lebih Menguntungkan Angkat Honorer K2 Ketimbang CPNS Baru

"Ya eman-eman berhenti. Sudah 14 tahun kerja, sampai 3 kali ganti kepala negara. Lagipula sekolah membolehkan kami sekeluarga tidur di ruang guru, sudah cukup bagi saya untuk tetap bertahan," tutur pria kelahiran 10 Desember 1976 itu.

Saat ini Destria hanya berharap bisa hidup sejahtera. Yang dia tahu UUD 1945 pasal 27 ayat 2 memberikan jaminan kepada rakyat untuk mendapatkan penghidupan layak. Bukan seperti sekarang digaji Rp 500 ribu per bulan.

Untuk biaya pendidikan anak-anak, kadang kasbon ke bendahara karena gajinya baru dibayarkan per triwulan.

"Saya berharap pemerintah membuka hatinya. Sebab, penjaga sekolah juga memberikan kontribusi di dunia pendidikan. Dari menjaga keamanan sekolah, ketertiban, kebersihan keindahan, membuka dan menutup pintu gerbang sekolah, pintu kelas membersihan toilet, dan lainnya," bebernya. (esy/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pentolan Honorer K2 Tuding Banyak Guru PNS Baru tak Bisa Kerja, Masa sih?


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler