Sudah 60 Petinggi Pelindo II Mundur

Minggu, 15 Desember 2013 – 07:44 WIB

jpnn.com - JAKARTA--Setelah Dirut PLN Nur Pamudji mengajukan pengunduran diri, kini giliran direktur dan manajer Pelindo II (Indonesia Port Corporation II) bersikap serupa. Bedanya, pengunduran diri elite perusahaan pengelola Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, itu dilakukan secara berjamaah. Total ada 60 direktur dan manajer yang berinisiatif mundur.

Meski demikian, Dirut Pelindo II Richard Jos Lino menegaskan bahwa permasalahan tersebut tidak memengaruhi kinerja BUMN yang dipimpinnya.

BACA JUGA: Kementrian PU Harapkan Tiga Jalan Tol Mulai Digarap

Ketua Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia (SPPI) II Kinorto menyatakan, pejabat di posisi strategis Pelindo II yang mengundurkan diri sudah bertambah hampir tiga kali lipat. Hal itu disebabkan belum adanya kejelasan mengenai kisruh pemaksaan pengunduran diri Direktur Personalia dan Umum (Dirpum) Pelindo II Cipto Pramono.

"Kemarin ada 21 pejabat. Tetapi, hari ini (13/12) sudah ada total 60 pejabat di seluruh cabang Pelindo II yang mengundurkan diri," ujar Kinorto kemarin.

BACA JUGA: Penyerapan Anggaran Lancar, Penataan PKL Sukses

Menurut dia, pihaknya masih berkoordinasi dengan seluruh anggota Serikat Pekerja (SP) Pelindo II. Namun, dia belum bersedia mengungkapkan tindak lanjut atas aksi tersebut. Termasuk, kemungkinan adanya mogok operasi di seluruh anak perusahaan Pelindo II. "Nanti saja kalau soal itu. Sekarang kami masih fokus konsolidasi pekerja," ungkapnya.

Di sisi lain, Lino menegaskan bahwa pengunduran diri puluhan direktur dan manajer itu tidak akan berdampak besar. Menurut dia, pengunduran diri karyawan bukan hal yang luar biasa. "Buat saya, hal itu biasa saja. Kalau mau mundur, ya silakan. Itu hak mereka. Saya tidak bisa bekerja dengan orang yang tidak mau bekerja dengan visi yang sama," ujarnya.

BACA JUGA: Akuisisi PT PGN oleh Pertamina Dinilai tak Bermanfaat

Dia menegaskan, perseroan menjamin kelangsungan operasi di seluruh cabang pelabuhan. Meski sejumlah pejabat mengundurkan diri, pengelolaan pelabuhan bakal berjalan normal sehingga pengguna jasa kepelabuhanan masih bisa dilayani seperti biasa.

"Saya menjamin tidak akan ada gangguan terhadap kegiatan bongkar muat di seluruh pelabuhan yang kami kelola. Termasuk di Pelabuhan Priok. Tidak ada yang perlu dicemaskan," ungkapnya.

Namun, Lino mengimbau agar kejadian tersebut tidak berlanjut. Menurut dia, semua pihak harus menjaga iklim kondusif di pelabuhan. Sebab, sebagian besar pergerakan perekonomian dan perdagangan terjadi di pelabuhan. "Pelabuhan adalah jantung ekonomi. Jadi, mesti kondusif supaya iklim usaha bisa ada kepastian," jelasnya.

Dia menambahkan, pihaknya sudah menyerahkan surat pengunduran diri puluhan direktur dan manajer tersebut kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan dan menteri terkait sebagai tembusan. Meski demikian, tegas Lino, kalangan dunia usaha tidak perlu cemas atas kondisi manajerial Pelindo II menyusul pengunduran diri sejumlah pejabat tersebut.

Deputi Bidang Usaha Industri Primer Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Zamkhani turut menanggapi aksi tersebut. Menurut dia, Lino tidak punya kewenangan memecat direktur Pelindo II. Sebab, yang berwenang memberhentikan pejabat setingkat direksi adalah Menteri BUMN Dahlan Iskan.

"Yang bisa berhentikan dia itu pemegang saham, menteri BUMN. Kalau 15 itu pegawai (setingkat manajer) yang lain, mungkin bisa diberhentikan perusahaan," ujarnya.

Menurut dia, pemberhentian tersebut pun tidak bisa dilakukan secara tiba-tiba. Sebuah BUMN perlu melalui mekanisme rapat umum pemegang saham (RUPS), baik secara normal maupun lewat RUPS luar biasa. Karena itu, meski Lino sudah memberitahukan lewat pesan singkat kepada Dahlan, keputusan tersebut belum sah. "Lewat RUPS, menteri BUMN nanti mengabulkan atau tidak. Tidak bisa diproses hanya lewat SMS," tegasnya.

Sebelumnya, puluhan direktur dan manajer Pelindo II mengajukan pengunduran diri sebagai aksi solidaritas terhadap kasus pemaksaan resign Dirpum Pelindo II Cipto Pramono.

Mantan Corporate Secretary (Corsec) Pelindo II Yan Budi, salah seorang yang mengikuti aksi solidaritas tersebut, mengungkapkan, Lino diduga memaksa Cipto mengundurkan diri setelah berdiri sepanggung dengan Ketua Serikat Pekerja Kinorto saat memberikan sambutan dalam perayaan ulang tahun Pelindo II, Jumat (6/12).

"Beliau (Cipto, Red) memberikan kata sambutan sepanggung dengan Pak Kinorto dari SP Pelindo. Hal itu, menurut Pak Lino, dianggap kesalahan fatal," ujarnya. (bil/c5/agm)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PU Kebut Selesaikan Pengerjaan Jembatan Pemali


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler