Sudah Berubah, Bonek Bukan Gembel dan Maling Gorengan

Rabu, 21 November 2018 – 08:39 WIB
Bonek mendukung Persebaya Surabaya. Foto: Persebaya

jpnn.com, SURABAYA - Bonek yang merupakan suporter Persebaya Surabaya terus berusaha menghapus stigma negatif yang disematkan kepada mereka.

Selama ini Bonek memang mendapat stempel tidak mengenakkan dari berbagai pihak.

BACA JUGA: Jadwal 3 Laga Terakhir Persebaya, Momen Emas ke Papan Atas

Mulai cap gembel, suporter liar, tukang menunggu jebolan untuk menyaksikan laga Persebaya, hingga maling gorengan.

Namun, Bonek berusaha keras memperbaiki reputasinya dengan melakukan berbagai kegiatan positif.

BACA JUGA: Target Gebuk Tim Papan Atas, Trio Tengah Persebaya Tetap

Salah satunya adalah menggalang bantuan untuk korban bencana di penjuru Indonesia.

BACA JUGA: Bonek Gembel dan Liar? Fakta di Bali Terbukti Sebaliknya

Foto: Persebaya

Aksi terbaru Bonek adalah ketika menggalang dana untuk membantu korban bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Bonek juga terus berusaha menunjukkan dukungan positif saat mengawal Persebaya.

Hal itu terbukti ketika Persebaya menjamu tim-tim papan atas di Gelora Bung Tomo pada Liga 1 2018.

Bahkan, Bonek tidak melakukan ulah negatif saat Persebaya menjamu Persija yang merupakan rival Persebaya.

Saat itu Bonek memberi dukungan dengan cara elegan. Mereka terus menyanyikan lagu dukungan tanpa menyelipkan nada rasis.

Tidak ada aksi pelemparan botol. Satu-satunya noda dalam laga itu adalah aksara jawa yang menyindir Persija.

Hal itu membuat Persebaya mendapat denda Rp 20 juta. Laga Persebaya kontra PSM Makassar dan Madura United juga berjalan lancar.

Pelatih PSM Robert Rene Alberts bahkan tidak sungkan memuji atmosfer di GBT.

"Sepanjang musim ini, inilah atmosfer sepak bola terbesar yang kami rasakan sepanjang laga away. Sangat fantastis suporter Persebaya ini,” puji Robert, Sabtu (10/11).

Bonek kembali menunjukkan aksi positif saat mengawal Persebaya melawan Bali United pada pekan ke-31 Liga 1 2018 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Minggu (18/11).

Banyak Bonek yang membersihkan sampah di Pantai Kuta. Ada pula Bonek yang turut menyapu sampah di stadion setelah pertandingan kelar.

Salah satu komunitas Bonek yang melakukan tindakan terpuji itu adalah Bonek Bali.

Sekitar 500 anggota komunitas itu melakukan aksi bersih-bersih Stadion Kapten I Wayan Dipta. 

“Kami sudah mengoordinasikan aksi ini sejak jauh hari saat kopi darat,” kata salah seorang anggota Bonek Bali Wazza Al Mustafa sebagaimana dilansir laman resmi Persebaya, Selasa (20/11).

Cukup lama Wazza dan kawan-kawan membersihkan areal stadion. Mereka bahkan masih menyapu sampai lampu stadion dipadamkan.

Di dalam stadion, mereka menyisir baris kursi demi kursi. Dari bawah ke atas tribun.

Sisi luar stadion juga menjadi sasaran aksi Bonek Bali. Wazza mengatakan, pihaknya tidak mendapatkan tiket untuk menyaksikan laga.

Hal itu juga menjadi bukti bahwa Bonek tetap tertib meski tidak mendapatkan tiket.

Mereka memilih membaur dengan pendukung tuan rumah untuk menyaksikan laga melalui layar lebar di luar stadion.

“Ini sudah menjadi komitmen kami semua. Karena kuota cuma 2.000, maka kami berikan kepada dulur-dulur kami yang datang dari Surabaya,” ujar Wazza. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... David Da Silva, Dari Mata Minus Jadi Idola di Persebaya


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler