Sudah Diet Keras tapi Berat Badan Belum Juga Turun? Bisa jadi ini Penyebabnya

Senin, 14 Agustus 2017 – 18:26 WIB
Berat Badan. ILUSTRASI. FOTO: Laman Health

jpnn.com - Apakah Anda sudah putus asa akibat berat badan tak kunjung turun? Padahal, berbagai macam cara sudah dilakukan.

Jika sudah demikian, sebaiknya Anda berhenti sejenak untuk meneruskan program penurunan berat badan tersebut.

BACA JUGA: Diet Ketat Bikin Adik Ayu Ting Ting Nyaris Pingsan di Bioskop

Sebuah studi baru-baru ini yang diterbitkan di jurnal Appetite mengungkapkan, banyak orang kini ternyata lebih sering mengonsumsi gula berlebihan daripada yang mereka inginkan.

Padahal tanpa disadari hal itu bisa membuat berat badan makin bertambah.

BACA JUGA: Usaha Terus Tapi Tetap Gemuk? Ini Penyebabnya

"Kami menemukan bahwa semakin banyak orang kehilangan kepekaan terhadap rasa manis, maka semakin banyak gula yang mereka inginkan dalam makanan mereka," kata penulis utama penelitian, Robin Dando dari Cornell University di Ithaca, New York, seperti dilansir laman India Times, Minggu (13/8).

"Jika orang yang kelebihan berat badan atau obesitas mulai kehilangan nafsu makan mereka, maka mereka mungkin mulai mencari rangsangan yang lebih kuat untuk meningkatkan hasrat mereka terhadap makanan," imbuh Dando.

BACA JUGA: Syahrini: Masih Dua Kilo Lagi, Semangat!

Ahli gizi, peneliti dan dokter telah lama menduga adanya hubungan antara sensitifitas rasa dan obesitas.

Para peneliti untuk sementara menumpulkan selera para peserta studi dan meminta mereka mencicipi makanan dari berbagai konsentrasi gula.

Untuk tes buta, tim tersebut memberi peserta teh herbal dengan ramuan alami yang rendah, sedang atau tinggi, yakni gymnema sylvestre, yang diketahui bisa memblokir sementara reseptor manis.

Selama pengujian, para peserta menambahkan tingkat kemanisan mereka yang disukai ke ramuan yang hambar ini.

Tanpa disadari, mereka mengalami sukrosa 8 sampai 12 persen. Minuman ringan umumnya sekitar 10 persen gula.

"Itu bukan kebetulan," kata Dando.

Temuan tersebut menunjukkan mereka mulai lebih memilih konsentrasi gula yang lebih tinggi.

Hal ini bisa memengaruhi kebiasaan makan mereka untuk mengkompensasi respon rasa yang lebih rendah.

Sistem gustatory, yaitu sistem rasa yang kita miliki bisa berfungsi sebagai penghubung penting dalam memahami perkembangan obesitas.

"Dengan pemikiran ini, disfungsi rasa ini harus dianggap sebagai faktor penting," pungkas Dando.(fny/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bir Bisa Membantu Turunkan Berat Badan?


Redaktur & Reporter : Fany

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler