Sudirman alias Jendral Menyambut Kedatangan Polisi dengan Tembakan, Tegang

Selasa, 28 Juli 2020 – 11:09 WIB
Salah satu tersangka bandar dan kurir narkoba jenis sabu-sabu yang memiliki senjata api rakitan saat ditangkap. Foto: ANTARA/HO/Polres Tebo

jpnn.com, TEBO - Masriadi (24) dan Sudirman alias Jendral (39) ditembak polisi lantaran melawan saat hendak ditangkap.

Dua warga Desa Teluk Kembang Jambu, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, Jambi itu, merupakan terduga Bandar sabu-sabu.

BACA JUGA: Kardus Milik Pak Dosen Dibongkar Prajurit TNI, Isinya Mengejutkan, Parah!

Keduanya diringkus anggota Satresnarkoba Polres Tebo, setelah dilumpuhkan dengan timah panas.

Kapolres Tebo, AKBP Abdul Hafidz Aziz, melalui keterangan resminya yang diterima Selasa (28/7), mengatakan, keduanya sudah menjadi target polisi.

BACA JUGA: Dahsyat, Polisi Sita 7 Ton Sabu-sabu

"Para pelaku ini adalah bandar narkoba yang merupakan target operasi kita," kata AKBP Abdul Hafidz Aziz.

Kedua pelaku ditangkap dari adanya informasi masyarakat kepada Polisi seringnya terjadi transaksi narkoba.

BACA JUGA: Mbak Dyah Protes, Mardani Ali Sera Langsung Minta Maaf

Dari laporan tersebut Tim Opsnal Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan melihat gelagat pelaku Masriadi (24) yang mencurigakan dan langsung ditangkap.

Dari tangan pelaku didapatkan barang bukti satu paket besar diduga narkoba jenis sabu-sabu seberat bruto 2,84 gram.

Dari pelaku saat interogasi didapati informasi barang tersebut milik Sudirman. Tim Opsnal Satresnarkoba kemudian langsung melakukan pengembangan menuju tempat yang telah ditunjukan oleh pelaku Masriadi.

Pada saat penangkapan, tim sempat kesulitan menuju lokasi persembunyian Sudirman yang bersembunyi di dalam pondok kebun miliknya.

Jalan menuju pondok tersebut hanya bisa dilalui dengan sepeda motor dan jalan kaki.

Kedatangan Tim Opsnal Satresnarkoba diketahui oleh pelaku Sudirman dan sempat melakukan perlawanan dengan menembakan senjatanya dari dalam pondok pelaku ke arah petugas.

"Pelaku sempat menembak dari dalam pondok saat anggota opsnal datang. Namun tidak mengenai anggota," kata AKBP Abdul Hafidz Aziz.

Mendengar tembakan dari dalam pondok, anggota polisi sempat memberikan beberapa kali tembakan peringatan agar pelaku menyerah dan keluar dari dalam pondok.

Namun pelaku tidak ingin keluar dan akhirnya terpaksa pelaku dilumpuhkan dengan timah panas oleh anggota di lapangan.

Dari pelaku, Tim Opsnal Satresnarkoba mendapat tiga paket sabu-sabu seberat bruto 1,69 gram, timbangan digital, satu pucuk senjata rakitan laras panjang beserta selongsong peluru dan satu amunisi aktif serta dua pack plastik untuk menyimpan sabu-sabu.

Kedua pelaku langsung dilarikan ke klinik Dokkes Bhayangkara Polres Tebo untuk diberikan pertolongan akibat luka tembak dan kedua pelaku saat ini beserta barang bukti telah diamankan di Polres Tebo.

Untuk penyelidikan lebih lanjut dan akibat perbuatannya polisi akan menjerat kedua pelaku dengan pasal 114 ayat 1 dan atau pasal 112 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman minimal empat tahun penjara. (antara /jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler