Suhardi Alius Sebut Ada Oknum Polwan Terpapar Radikalisme

Senin, 18 November 2019 – 18:58 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius. Foto: Aristo Setiawan/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius menyebut paham radikalisme menjangkiti beberapa instansi pemerintah.

Selain Badan Usaha Milik Negara (BUMN), paham radikalisme juga sudah masuk ke tubuh instansi Polri.

BACA JUGA: Mas Tjahjo Setuju Ada Laman Khusus untuk Mengadukan PNS Terpapar Radikalisme

Suhardi mengungkapkan hal itu setelah menjalin pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko PolhukamMahfud MD di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (18/11).

"Jangankan BUMN, semuanya ada, kok. Polisi aja ada, kok, Polwan. Saya ngomong sama Polri," kata Suhardi, Senin.

BACA JUGA: MPR Ingatkan ASN Harus Waspada pada Pengaruh Radikalisme

Menurut Suhardi, BNPT melakukan berbagai cara agar paham radikalisme tidak berkembang pesat.

Misalnya, BNPT memberikan ceramah kebangsaan di hadapan 184 pimpinan BUMN. Hal itu dilakukan setelah mendapat restu Menteri BUMN terdahulu, Rini Soemarno.

BACA JUGA: Perhatikan Sekeliling Anda, Inilah Kebiasaan Teroris Sebelum Beraksi

"Ke depannya kami akan mengoordinasikan semua kementerian dan lembaga untuk sama -sama berbuat dalam rangka mengurangi (radikalisme)," lanjut Suhardi.

BNPT, lanjut dia, juga memetakan instansi yang kemungkinan terpapar paham radikalisme. Dengan pemetaan, BNPT bisa melakukan upaya antisipasi agar paham radikalisme tidak meluas.

"Tugas kami mereduksi, supaya menjadi aman. Kemudian punya wawasan kebangsaan," tutur mantan Kabareskrim ini. (mg10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler