Sukseskan KTT G20, Angkasa Pura Properti Percantik Bandara I Gusti Ngurah Rai

Kamis, 17 November 2022 – 15:30 WIB
Angkasa Pura Properti mempercantik Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, guna menyuskseskan perhelatan KTT G20. Foto: Angkasa Pura Properti

jpnn.com, BALI - Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, menjadi gerbang utama dalam menyambut para delegasi KTT G20 dari seluruh dunia.

Oleh karena itu, PT Angkasa Pura Properti melakukan beragam pekerjaan beautifikasi, revitalisasi, pembangunan sarana dan prasarana serta instalasi karya seni di bandara.

BACA JUGA: Sambut G20, Kementerian PUPR Bangun Terminal VVIP di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali

Beautifikasi meliputi area terminal internasional, domestik, general aviation terminal (GAT), terminal VVVIP eksisting, dan fasilitas penunjang lainnya.G20.

Direktur Utama PT Angkasa Pura Properti Ristiyanto Eko Wibowo mengatakan pekerjaan beautifikasi rampung sebelum kedatangan para delegasi.

BACA JUGA: Angkasa Pura I Bangun PLTS di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali

Dia pun berharap wajah baru Bandara I Gusti Ngurah Rai dapat memberikan kesan positif dan kenangan indah bagi para delegasi, terutama Kepala Negara peserta KTT G20.

"Sehingga hospitality Indonesia dapat terasa setibanya mereka mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai," kata Ristiyanto dalam keterangannya, Kamis (17/11).

BACA JUGA: Bandara I Gusti Ngurah Rai Hadirkan Akses Internet 5G Berkecepatan Tinggi

Pada Terminal Internasional, beautifikasi melalui berbagai perbaikan fasilitas terminal, rest room, signage, interior design, penggantian lantai vinyl dan dekoratif kolom.

Nuansa dan material yang digunakan dalam beautifikasi ini mengusung tema arsitektur tradisional Indonesia, seperti anyaman rotan yang digunakan untuk dekoratif kolom dan sepanjang koridor terminal kedatangan internasional.

Promosi budaya nusantara turut dihadirkan di berbagai sudut terminal kedatangan internasional, yaitu adanya 7 instalasi karya seni kolaborasi dengan seniman lokal Bali, yang memilik beragam makna. Mulai dari filosofi kehidupan manusia, hingga budaya masyarakat Bali setempat.

Seperti halnya Paradise Scape karya I Wayan Upadana yang menggambarkan persatuan keberagaman budaya tradisional dan global, Wana Rupa Segara Gunung karya I Kadek Armika yang menggambarkan adat dan tradisi masyarakat Bali.

"Karya lainnya adalah Konstruksi Semesta karya Valasara, Nawa Dewata karya Atelier Seni, Tree of Life karya Gus Ari, Palemahan karya Raka Bernat, dan Mataya Gate karya Yoka Sara yang bermakna gerbang persembahan untuk mengantar para pengunjung selamat sampai tujuan," ujar Ristiyanto Eko Wibowo.

Sebagai terminal khusus privat jet, General Aviation Terminal (GAT) menyambut tamu dan delegasi khusus tidak lepas dari beautifikasi. Pekerjaan tersebut meliputi relayout terminal, struktur, arsitektur, interior, mekanikal, elektrikal, elektronika, plumbing, perbaikan jalan akses, dan perbaikan taman.

Selain itu Terminal VVIP Eksisting juga dilakukan beautifikasi dengan memperbaharui interior design yang lebih modern yang sarat dengan unsur lokal budaya Bali.

PT Angkasa Pura Properti membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sebagai kontribusi positif pada kelestarian lingkungan dan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk menekan emisi karbon.

Kemudian, pemasangan 288 unit solar panel system (photovoltaics) dengan kapasitas maksimal 155 kWp yang menyuplai energi surya untuk sebagian kawasan bandara. (jlo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler