Sumedang Punya Command Center, Begini Kata Kemendes PDTT

Sabtu, 05 Juni 2021 – 08:28 WIB
Jajaran Kemendes PDTT mengunjungi Command Center Sumedang. Foto: Humas Pemkab Sumedang

jpnn.com, SUMEDANG - Kepala Badan Pengembangan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Ka BPI) Kemendes PDTT Suprapedi mengunjungi Command Center Sumedang yang terletak di Lantai 3 Sekretariat Daerah, Jumat (4/6).

Kunjungan tersebut untuk melihat lebih dekat transformasi digital melalui Command Center dan me-review transformasi digital di Kabupaten Sumedang serta pengembangan aplikasi e-SAKIP Desa.

BACA JUGA: E-SAKIP Sumedang Bersinergi dengan SDGs Desa, Gus Menteri: Itu yang Saya Cari

Suprapedi menyampaikan bahwa dilihat secara fisik, Command Center di Kabupaten Sumedang dinilai sudah sangat excellent dari tampilan layar, suara maupun tata letaknya.

Lebih daripada itu, kata Suprapedi, konten-konten yang disajikan khususnya ketersediaan data di Command Center Sumedang sudah sangat komprehensif dan terintegrasi.

BACA JUGA: Usai Menusuk Bripka Ridho Oktanaro, MI Berteriak Sebagai Teroris

“Dengan satu data, Kabupaten Sumedang bisa melakukan apa pun, baik dalam perencanaan maupun mengambil keputusan. Semuanya dengan smart decision,” ungkapnya.

Dikatakan, sistem yang dikembangkan dan digunakan di Command Center Sumedang masuk dalam kategori DSS (Decision Support System) yang bisa membantu dan mendukung dalam pengambilan keputusan.

BACA JUGA: Ibu dan Anak Asyik Berduaan di Kamar Indekos, Ya Tuhan

Kaitan hal itu, pihaknya akan mendorong sistem yang ada agar bisa menjadi referensi dan inspirasi bagi kabupaten/kota maupun provinsi lain untuk ditingkatkan di level nasional.

“Saya kira ini sangat bagus sekali dan hal semacam ini harus diviralkan. Hal seperti ini bisa menjadi tempat wisata untuk belajar. Kami pernah membuat suatu desa digital, itu bisa mendatangkan pendapatan bagi desa. Ini juga bisa seperti itu,” ujarnya.

Dia pun sangat mengharapkan sistem digital tersebut benar-benar memberikan manfaat dan bisa mengintegrasikan semua pembangunan dalam satu ruangan.

“Dari diskusi tadi, bisa tahu sendiri kalau ingin menjadi kabupaten atau desa ekspor, cukup dengan dashboard yang di sini itu langsung bisa dibuat,” ujarnya.

Suprapedi juga memberikan masukan agar kreativitas dan inovasi lebih ditingkatkan. Menurutnya, bukan hanya sekadar menciptakan alat, tetapi alat tersebut harus mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sumedang.

“Harus dibuat program yang mengarah kepada smart economy. Toolsnya sudah ada, tinggal The Man Behind The Gun,” tuturnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sumedang Herman Suryatman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Kementerian Desa PDTT atas masukan dan arahan yang telah diberikan.

Masukan tersebut, kata Sekda, diharapkan dapat mendorong akselerasi pembangunan desa, termasuk pemanfaatan e-SAKIP Desa yang nanti akan diintegrasikan dengan potensi desa dan SDGs Desa sehingga pengambilan keputusan untuk pembangunan desa, kecamatan dan daerah akan lebih optimal.

“Kami ucapkan terima kasih karena tadi banyak masukan, bimbingan dan arahan yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas pembangunan desa dan daerah, termasuk dalam transformasi digital,” tuturnya.

Dikatakan Herman, inovasi e-SAKIP Desa saat ini sudah diintegrasikan dengan SID (sistem informasi digital) dan rencananya akan diadopsi menjadi sebuah kebijakan nasional.

Menurutnya, pencapaian ini harus disyukuri karena Kabupaten Sumedang bisa memberikan manfaat dan inspirasi untuk Jawa Barat dan Indonesia.

“Pada saat kita memberi, Allah akan memberikan jalan untuk menerima. The more you give, the more you get. Ini sangat relevan dengan falsalah Kasumedangan, Insun Medal Insun Madangan. Aku lahir, aku memberi penerangan,” ujar Herman. (jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler