Surabaya Membara, Polisi Periksa Masinis Kereta Api

Selasa, 13 November 2018 – 11:18 WIB
Suasanaa setelah insiden Surabaya Membara. Foto: JPG/Pojokpitu

jpnn.com, SURABAYA - Penyelidikan kasus insiden Surabaya Membara akhir pekan lalu telah memasuki tahap selanjutnya.

Setelah menyelesaikan penyelidikan soal perizinan pergelaran drama kolosal itu, Senin (12/11) polisi berfokus pada standard operating procedure (SOP) masinis dan perkeretaapian. Tiga orang diperiksa.

BACA JUGA: Jazzercise Jakarta Studio Kampanyekan Be Your Own Hero

Yang diperiksa kemarin adalah masinis KRD Surabaya-Bojonegoro Ocin Maul, asisten masinis Didik Noprianto, dan kondektur Andry Muharram.

''Kami ingin mengetahui apakah mereka sudah mengikuti aturan sebagaimana dalam semboyan 35,'' kata seorang penyidik yang menangani kasus tersebut.

BACA JUGA: Satlinlamil Gelar Pertandingan Tenis Meja

Semboyan 35 merujuk pada bagaimana masinis membunyikan tanda keberadaannya di situasi tertentu.

Hasilnya, keterangan tiga orang tersebut cocok satu sama lain. Artinya, masinis sudah menjalankan SOP dengan benar.

BACA JUGA: Menegangkan, Detik Demi Detik Kedatangan Pasukan Sekutu (2)

''Bahkan, ada petunjuk yang menyebutkan masinis sudah melambatkan laju kereta,'' kata penyidik tersebut Sangat mungkin faktor kesalahan masinis dicoret penyidik dari daftar penyebab insiden yang menewaskan tiga orang dan melukai sejumlah orang lainnya itu.

''Tapi, yang memutuskan nanti atasan. Kami hanya melakukan pemeriksaan,'' tambahnya.

Polisi memang membuat list siapa saja yang mungkin lalai dalam insiden Jumat malam (9/11) itu.

Ada tiga kemungkinan yang ditelusuri. Pertama, faktor perizinan dan kelalaian panitia. Kedua, kelalaian masinis. Terakhir, kelalaian warga sendiri.

Penyelidikan terkait faktor pertama sudah dilakukan. Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi dari panitia, pemkot, dan pemprov.

Hasilnya, petugas mendapat informasi bahwa acara tersebut digelar komunitas seni secara independen.

Mereka mendapat dukungan dari pemkot dan pemprov meski tidak secara resmi.

Masalah perizinan juga masih rancu. Namun, polisi sudah menerima pemberitahuan. Sesuai aturan, ada izin atau tidak, polisi tetap berkewajiban untuk mengamankan acara tersebut.

Selain itu, karena acara tersebut gratis, tentu saja penonton membeludak dan panitia sulit dimintai pertanggungjawabannya.

Untuk kemungkinan ketiga, yakni kelalaian warga, belum dilakukan pemeriksaan. ''Kami masih menunggu situasi dulu, terutama dari saksi korban yang selamat,'' kata penyidik tersebut.

Menurut dia, pihaknya tidak akan terburu-buru dalam mengambil keputusan soal penyelidikan kasus tersebut.

Tapi, dia memberikan analogi seperti pertandingan sepak bola. ''Panitia sudah menyiapkan segala sesuatunya. Petugas sudah berjaga. Lalu, ada yang nekat memanjat stadion, kemudian terjatuh hingga tewas,'' tambahnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran membenarkan bahwa pihaknya masih menunggu perkembangan dari sisi korban.

''Tentu saja korban yang selamat ataupun saksi dari pihak keluarga maupun teman korban,'' kata perwira dengan dua melati di pundak tersebut.

Sudamiran menambahkan, keterangan pihak keluarga maupun warga yang berada di viaduk sangat penting.

''Memang kami sudah melakukan interogasi awal, tapi belum menyeluruh,'' terangnya.

Pemeriksaan terhadap korban dan warga di TKP akan melengkapi dua tahap penyelidikan yang telah dilakukan.

Yakni, soal perizinan dan SOP yang dijalankan masinis. ''Setelah pemeriksaan tiga unsur itu, baru kami melakukan gelar perkara terhadap insiden tersebut,'' ucapnya.

Dalam gelar perkara itu, penyidik akan membuka semua fakta. Mulai perizinan, tindakan masinis saat melihat kerumunan orang di depannya, hingga kejadian berdasar keterangan warga dan korban.

''Nanti terlihat jelas posisinya. Jika memang ada unsur pidana, pasti kelihatan dan mudah menunjuk siapa yang menjadi tersangka,'' kata Sudamiran.

Seperti diberitakan, drama kolosal Surabaya Membara yang digelar pada Jumat malam berubah menjadi horor.

Itu terjadi setelah KRD jurusan Surabaya-Bojonegoro melintas di viaduk yang ternyata digunakan banyak warga untuk menonton drama tersebut. Warga panik begitu melihat kereta melintas.

Terjadi saling dorong. Tiga orang terlindas kereta dan beberapa orang lainnya terjun bebas setinggi 5 meter. (mir/c7/ano/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menegangkan, Detik Demi Detik Kedatangan Pasukan Sekutu (1)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler