Suruh Istri Kalau Tidur Pakai Baju Sailor Moon, tapi...Sobek

Selasa, 06 September 2016 – 05:20 WIB
Ilustrasi: Radar Surabaya/JPNN.com

jpnn.com - PENGGEMAR tokoh animasi Sailor Moon memang lumayan banyak. Termasuk si Donjuan, 37, penggemar yang terhipnontis dengan sosok film kartun yang populer pada tahun 1990-an tersebut. 

Karena Sailormon-nya tak ia temukan, maka istrinya sebut Karin, 35 pun jadi korban imajinasi tokoh yang terkenal dengan kata-kata ‘dengan kekuatan bulan akan menghukummu’. Taraaaaaa

BACA JUGA: Ini Alasan Pemekaran Kutai Utara Terhambat

Umi Hany Akasah - Radar Surabaya

Sosok tokoh Usagi Tsukino atau nama Sailor Moon tak pernah hilang dari benak Donjuan. 

BACA JUGA: Kejahatan Marak, DPR Usulkan Penjahat Langsung Ditembak

Waktu pemutaran film kartun asal negeri Jepang itu, Donjuan masih berusia 14 tahunan. 

Masih remaja atau bahasa kerennya ABG (Anak baru gede). 

BACA JUGA: Kasus Anak Kekurangan Gizi Masih Tinggi

Sosok seksi, centil, imut dan sakti mandraguna membuat Donjuan masih berharap bisa berjumpa dengan sosok Sailor Moon. 

“Ya karena tidak ada, aku yang jadi korbannya suami,” kata Karin di sela-sela gugatan cerai di Pengadilan Agama (PA), Klas 1A Surabaya, Senin (5/9). 

Karin sebenarnya sudah tahu sosok Sailor Moon yang sangat diidolakan suaminya. 

Karin pun seakan cuek bebek dan membiarkan suaminya suka dengan sosok itu. 

Buktinya, wallpaper di kamar mereka bergambar sosok Sailor Moon. 

Belum lagi beberapa buku diary dan juga koleksi kostum ala Sailor Moon. 

Kostum-kostum ala Sailor Moon dengan dress bewarna putih dan biru itu merupakan koleksi Donjuan waktu masih berusia belasan tahun. 

Aksesoris Sailor Moon berupa tongkat sakti dan sepatunya juga ia miliki. Kini, kostum dan aksesoris itu masih tersimpan rapi di lemarinya. 

Warga Rungkut Kidul, Surabaya tersebut membiarkan kebiasaan suaminya itu karena seluruh koleksi dan akseroris punya suaminya dibelikan oleh mertuanya. 

Sebelum pensiun, ayah Donjuan bekerja di salah satu industri kaca di Jerman. 

Kedua orang tuanya sering pulang pergi Jepang-Indonesia. Donjuan pun beberapa kali ke Jepang dan pulangnya membawa koleksi dan aksesoris khas Sailor Moon. 

Sebelum menikah, Karin adalah adik kelas Donjuan. Karin mengaggap bila sosok Donjuan seperti lebay dan banci. 

“Lemah gemulai. Aku malah sering gojloki dia,” tandas dia. Ternyata, gojlokan itu justru membuat Karin dekat dengan Donjuan pada waktu di perguruan tinggi. 

Menurut Karin, sosok Donjuan sangat berbeda waktu SMA dan kuliah.

Waktu  kuliah Donjuan cenderung diam. Sedangkan, Karin cenderung lebih centil dan cerewet. 

“Dia perhatian sih sama aku. Ke mana-mana dianterin. Ibunya kan kenal baik sama orang tuaku. Ya gitu deh akhirnya kami menikah,” tandas ibu dua anak itu. 

Menurut Karin, suaminya naksir dengannya karena sosoknya yang centil dan cerewet seperti tokoh Usagi Tsukino. 

“Belgedes. Emboh aku koyok Usagi or gaklah. Waktu itu yang penting aku cinta sama dia,” kata ibu dua anak itu. 

Setahun dua tahun menikah, Donjuan tak pernah menuntut aneh-aneh dengan Karin.

Setelah, 10 tahun menikah itu, suaminya justru sering meminta dia untuk berpenampilan seksi bak Sailor Moon. 

Padahal, usai melahirkan anak keduanya bodi Karin sudah melar dan mlorot . Lemak-lemak bertumpukan di sana dan sini bodinya. 

“Kalau mau tidur suruh pakai baju Sailor Moon. Terus saya coba, sobek semuanya. Gitu saya dimarahin dan dipukul. Eh masa terima diriku dipukul begitu,” kata marketing bank yang akhirnya mengajukan gugatan cerai. 

Di sisi lainnya, Donjuan cenderung lebih tertutup. Donjuan terlihat tenang dengan bodinya yang gagah. 

Akan tetapi, ada hal yang aneh ketika Donjuan berbicara. Suara Donjuan agak cempreng dan bicaranya lebih gemulai. 

“Saya masih banding kok. Sudah punya anak dua, masak mau pisah,” kata Donjuan yang bekerja sebagai marketing officer pabrik mobil tersebut.(*/no)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Astaga, Siswi SMP Jadi Korban Nafsu 8 Pemuda


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler