Survei Masjid Terindikasi Radikal, P3M Punya Rekaman

Selasa, 10 Juli 2018 – 15:03 WIB
Dari Kiri, Erika (Direktur Rumah Kebangsaan), Sarmidi Husna (Sekretaris P3M), Agus Muhammad (koordinator P3M), KH Abdul Manan (Ketua PBNU) dan KH Miftah Faqih (Khatib Syuriah PBNU). FOTO: FEDRIK TARIGAN/JAWA POS

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Satori Ismail menilai, survei indikasi radikal di masjid BUMN dan instansi pemerintah oleh Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) terkesan melempar isu tanpa ada kejelasan.

Secara pribadi Satori menilai publikasi rilis tersebut malah menimbulkan keraguan dan merisaukan masyarakat. Sebab dalam survei itu, P3M tidak terbuka. Seperti tidak ada kejelasan masjid instansi mana, siapa penceramahnya, dan bagaimana pesan khotbahnya sehingga diindikasikan radikal.

BACA JUGA: Survei soal 41 Masjid Negara Terindikasi Radikal Bikin Risau

Dimintai tanggapan mengenai penialain tersebut, Ketua Dewan Pengawas P3M Agus Muhammad menuturkan bahwa pihak IKADI tidak perlu usah resah dengan hasil survei yang dilakukan oleh P3M. Bila pada dai IKADI memang steril dari ideologi radikal tentu tidak perlu resah. Dia menyebutkan ada rekaman lengkap yang dimiliki oleh P3M dari hasil survei yang telah mereka lakukan.

”Kami punya rekaman lengkap, hingga ke detik ke berapa ujaran kebencian itu muncul. Kalau tidak merasa melakukan ujaran kebencian, saya kira tidak perlu resah,” ujar Agus kepada Jawa Pos, Senin (9/7).

BACA JUGA: Survei P3M: Khotbah di 41 Masjid Negara Terindikasi Radikal

Dia menuturkan semestinya pejabat pemerintah yang berwenang di masing-masing instansi seperti kementerian, lembaga, serta petinggi BUMN harus mengawasi masjid masing-masing. Lantaran masjid tersebut berada di lingkungan instansi tersebut. Bukan milik perorangan.

BACA JUGA: Survei soal 41 Masjid Negara Terindikasi Radikal Bikin Risau

BACA JUGA: Panglima TNI Meresmikan Masjid Al Hadi di Lanud Adi Sutjipto

”Maka Negara harus melakukan persuasi kepada ta’mir-ta’mir masjid agar topik-topik yang disampaikan di masjid-masjid pemerintah adalah topik-topik yang menyejukkan. Bukan topik-topik permusuhan apalagi disampaikan dengan nada tinggi,” ungkap dia.

Bila ada pengurus masjid yang memang terindikasi kuat radikal maka perlu mengganti pengurus tersebut. Itulah salah satu yang ditawarkan P3M agar indikasi masjid yang terindikasi menyebarkan radikal bisa ditangani. ”Tapi ini harus dilakukan dengan fair, tanpa prasangka, dan obyektif,” imbuh Agus. (wan/jun)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Radikalisme Masuk Masjid, OK OCE Obatnya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler