Syarief Hasan: Pemerintah Perlu Cari Solusi Agar Harga Telur Ayam Tetap Stabil

Rabu, 08 September 2021 – 10:25 WIB
ilustrasi, Pedagang telur ayam. Foto: dok for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Syarief Hasan menyoroti anjloknya harga telur ayam yang biasanya rentang harga Rp 20 ribu per kilogram, kini turun ke level Rp 14 ribu per kilogram.

Menurut dia, penurunan itu sangat berdampak pada keberlanjutan usaha pertenak ayam, terutama bagi pengusaha pemula yang memiliki modal yang kecil.

BACA JUGA: Syarief Hasan: Perlu Kajian Mendalam Terkait Amendemen UUD

Jika penurunan harga itu berlangsung lama, Syarief Hasan khawatirkan akan ada banyak pengusaha ternak ayam gulung tikar. Hal ini tentu sangat disayangkan.

“Dalam situasi seperti ini, dibutuhkan campur tangan pemerintah untuk menjaga agar jangan sampai pengusaha gulung tikar, terutama bagi pengusaha kecil yang memang sangat rentan dengan gejolak harga,” ungkap Menteri Koperasi dan UKM di era Presiden SBY itu.

BACA JUGA: Syarief Hasan: Kalau Masih Tetap Mengganggu, Sebaiknya Dituntaskan Saja

Menurut Syarief, telur ayam adalah salah satu kebutuhan pokok rakyat.

Jika terjadi ketidakseimbangan dari sisi penawaran dan permintaan, maka ada persoalan ekonomi yang terjadi.

BACA JUGA: Satgas TNI Mengajarkan Warga Beternak Ayam dan Penggunaan Mesin Penetas Telur Otomatis Rakitan Anggota

Dari sisi produksi, misalnya, jika pasokan melimpah, sedangkan permintaannya minim, jelas terjadi penurunan harga.

Bagi produsen, ini tentu menjadi masalah. Sebab biaya produksi menjadi tidak sebanding dengan harga jual. Akhirnya peternak merugi.

Lebih lanjut, Syarief menekankan hal-hal seperti ini perlu dimitigasi dan dicarikan solusi oleh pemerintah.

"Kita tidak bisa sepenuhnya menyerahkan pada mekanisme pasar. Disinilah pentingnya negara hadir untuk menjaga mekanisme pasar berjalan dengan baik dan proporsional," kata anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat itu.

Dalam kasus anjloknya harga telur ayam, pemerintah melalui badan terkait bisa melakukan langkah sinergis untuk menjaga kestabilan harga.

Apalagi, secara regulatif, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 7 Tahun 2020, harga telur maksimal dapat dijual Rp 21 ribu/kg.

Ini menandaskan bahwa anjloknya harga telur sangat memukul peternak ayam.

"Pemerintah perlu turun tangan mencarikan solusi agar harga telur ayam kembali pada batas wajar," tuturnya.

Dengan demikian, lanjutnya peternak untung, konsumen juga tidak merugi.

Langkah itu bisa dilakukan baik di tingkat hulu menjaga kestabilan pasokan dan harga pakan, serta di tingkat hilir untuk menjembatani pasokan telur yang melimpah.

“Salah satu esensi berjalannya perekonomian adalah terjadinya kepantasan dan kewajaran antara penawaran dan permintaan. Ini adalah hukum dasar ekonomi,".

"Jangan sampai laporan mengesankan pertumbuhan ekonomi hanyalah angka-angka statistik di atas kertas, namun kenyataannya rapuh,” pungkas Syarief Hasan. (jpnn)

 

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Syarief Hasan: Terima Kasih Ratri dan Alim, Kalian Pahlawan Bangsa!


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Tim Redaksi, Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler