Tahu Watak Prabowo, Luhut Dukung Jokowi

Selasa, 20 Mei 2014 – 18:24 WIB
Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Luhut Pandjaitan. Getty Images

jpnn.com - JAKARTA - Isu perpecahan di tubuh Partai Golkar paska-keputusan koalisi yang diambil Ketua Umum Aburizal Bakrie makin nyata saja. Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Luhut Pandjaitan menyatakan, siap mundur dari jabatannya karena memilih mendukung pasangan capres/cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla, dibanding pasangan Prabowo-Hatta seperti yang diperintahkan partai.

Luhut beralasan, sebagai mantan pimpinan Prabowo di Kopassus, dia tahu benar sepak terjang anak buahnya tersebut. "Dia (Prabowo) wakil saya selama hampir lima tahun. Saya tahu dia dari A sampai Z," ucap mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan era pemerintahan Presiden Abdurahman Wahid ini saat menggelar jumpa pers Selasa (20/5).

BACA JUGA: Gerindra Tak Merasa Beda Ideologi dengan PDIP

Menurut Luhut, Jokowi lebih banyak memiliki hal positif yang bisa diharapkan dibanding Prabowo. Alasan lain Luhut tak sejalan dengan partainya, karena perbedaan pendapat merupakan hal biasa dalam berdemokrasi. "Biar aja berjalan (perbedaan pendapat soal capres). Itukan hal biasa. Kakak adik aja bisa beda kok, masa adiknya dipecat karena nggak cocok," ucapnya.

Selain itu, sebagai kader Golkar dia harus memilih apakah mendukung mantan Ketua Umum (Jusuf Kalla) atau partai lain (Gerindra). Kondisi ini diperkirakan juga tengah dialami kader lain. Sehingga dalam sebuah polling elektabilitas Jokowi diantara kader partai berlambang beringin itu, kian hari diklaim kian naik dan kini sudah mencapai 42 persen.

BACA JUGA: Nurul Akui Internal Golkar Tak Kompak Dukung Prabowo-Hatta

Pria tegap yang mengakhiri karier kemiliteran dengan pangkat jenderal bintang empat ini, membantah dukungannya pada Jokowi-Jusuf Kalla karena mengincar jabatan menteri. "Golkar aja ditolak (minta jatah menteri ke PDI-P) apalagi saya," katanya.

Luhut memastikan pula dia siap bertanggung jawab dengan sikapnya ini. Termasuk mundur dari jabatan jika diminta partai.

BACA JUGA: Kemnakertrans Kirim Tim Khusus Selesaikan Kasus PHK PT HM Sampoerna

"Kalau mereka desak resign saya siap, nggak masalah. Saya juga nggak cari makan disitu tapi cuma sumbang pikiran," katanya lagi. (pra/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ical Dinilai Tepat Gunakan Mandat Rapimnas


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler