Tahun Depan, 3 Anak Usaha Medco Melantai di Bursa

Kamis, 15 Desember 2016 – 13:34 WIB
Medco. Foto: Medco

jpnn.com - JAKARTA - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sedang mengupayakan sejumlah anak usahanya go public 2017 nanti.

Hal itu dilakukan agar Medco mendapatkan dana segar.

BACA JUGA: Lepas Kebun Sawit, Sampoerna Agro Kantongi Rp 447 Miliar

Nantinya, dana itu akan digunakan untuk mengurangi rasio utang dan modal ekspansi.

Tiga perusahaan yang sebagian sahamnya akan dilego berkaitan dengan eks perusahaan tambang Newmont Nusa Tenggara.

BACA JUGA: Keren, Penjualan Volvo Melesat 300 Persen

Seperti diketahui, separuh saham Newmont memang sudah dimiliki Medco.

Ketiganya adalah PT Amman Mineral Investama (AMI), PT Amman Mineral Ventura (AMV), dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).

BACA JUGA: Yakinlah, Gross Split di Sektor Migas Bakal Jadi Solusi Terbaik

MEDC mengakuisisi Newmont Nusa Tenggara sebesar USD 2,6 miliar (sekitar Rp 34,5 triliun) melalui AMI.

Porsi kepemilikan MEDC mencapai 82,2 persen.

Kedua perusahaan lainnya merupakan anak usaha AMI.

CEO MEDC Roberto Lorato menyatakan, tambang di bawah naungan Amman bakal go public sesuai dengan rencana.

’’Tidak tahun ini, tapi mungkin 2017. Hopefully. Kami masih proses elaborasi, sinergi, dan seterusnya,’’ ujarnya saat public expose MEDC di Energy Building, SCBD, Jakarta, kemarin (14/12).

Head of Investor Relations MEDC Sonia Ayudiah menjelaskan, pihaknya belum memutuskan entitas dalam keluarga Amman yang akan melakukan penawaran saham perdana.

Yang pasti, ketiganya adalah pemilik, baik langsung maupun tidak langsung, atas tambang Newmont.

’’Kami juga belum bisa sebut nilai dan porsinya berapa. Pokoknya, di antara tiga perusahaan itu,’’ katanya.

IPO merupakan salah satu aksi korporasi yang bakal dilakukan grup MEDC setelah akuisisi Newmont.

Setelah kepemilikan tambang itu diambil alih, status perseroan cukup leverage karena beban utang cukup tinggi.

Salah satu fasilitas pinjaman diraih ketika akuisisi tersebut.

Yakni, dari konsorsium perbankan nasional yang terdiri atas PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar USD 750 juta (Rp 9,9 triliun) dengan tenor 18 bulan atau sekitar dua tahun.

Sonia mengakui, kondisi internal perseroan saat ini masih sangat memungkinkan untuk minimal mengurangi sebagian besar utang tersebut.

Namun, proses refinancing lebih baik dilakukan agar perusahaan lebih lincah dari sisi keuangan.

Selain IPO, di antara ketiga perusahaan Amman, ada yang berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan.

’’Itu nanti sama-sama dengan IPO untuk diputuskan entitas mana yang obligasi dan mana yang IPO,’’ jelasnya.

Direktur Utama MEDC Hilmi Panigoro menuturkan, sampai akhir tahun ini, hasil tambang Newmont belum dikonsolidasikan dalam kinerja MEDC.

’’Newmont akan dikonsolidasi pada Januari 2017. Berapa kontribusinya (terhadap MEDC, Red) sangat bergantung harga komoditas. Sebab, di dalamnya ada silver, gold, dan copper,’’ paparnya. (gen/c14/noe/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Investasi Bodong Timbulkan Kerugian Rp 45 Triliun


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler