jpnn.com - LAMPUNG - Pemprov Lampung sedang berupaya menggenjot hasil pertanian. Itu sesuai program swasembada pangan yang digulirkan pusat dengan menargetkan satu juta ton padi pada 2016.
Namun, masih ada kendala di lapangan terkait hal ini. Salah satunya kekurangan tenaga penyuluh pertanian.
Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi APBN-P Pertanian Tingkat Provinsi Lampung tahun anggaran 2015 di aula Asrama Haji Provinsi Lampung kemarin.
Mewakili gubernur Lampung, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Kherlani mengatakan, pada tahun 2014, jumlah penyuluh pertanian PNS di Lampung 1.352 orang. Tetapi pada tahun ini, penyuluh pertanian PNS tinggal 826 orang.
BACA JUGA: Warga Demo, Tuntut Pabrik Semen Ajibarang Serap Tenaga Lokal
’’Hal ini disebabkan sebagian telah memasuki usia pensiun, pindah ke jabatan lain, serta mutasi ke Provinsi lain,” kata dia.
Untuk itu, Kherlani mengajak kepada semua pihak khususnya para Penyuluh Pertanian dan pemangku kepentingan bidang pertanian untuk, agar tetap meengejar program empat sukses pembangunan pertanian. Yakni Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan, Peningkatan diversifikasi pangan, Peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor, dan Peningkatan kesejahteraan petani. (abd/p1/c1/adi)
BACA JUGA: Mantap... 90 Persen Warga Anambas Daftar Peserta BPJS
BACA JUGA: Masuk Perairan Indonesia, Tiga Kapal Ikan Asal Vietnam dan Thailand Ditangkap
BACA ARTIKEL LAINNYA... Janjikan Pengamanan, Ormas Peras PKL hingga 40 Juta
Redaktur : Tim Redaksi