Tak Berjasa Menangkan Jokowi, Menteri Biang Gaduh Dicurigai Punya Agenda Sendiri

Minggu, 06 Maret 2016 – 22:45 WIB
Politikus PDIP TB Hasanuddin. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com - JAKARTA - Kegaduhan antara Menko Bidang Maritim dan Sumber Daya Alam, Rizal Ramli dengan Menteri ESDM Sudirman Said terkait polemik pembangunan kilang gas Blok Masela membuat PDI Perjuangan sebagai partai pengusung dan pendukung Presiden Joko Widodo ikut gerah. Pasalnya, kedua menteri itu seolah tidak patuh pada perintah presiden yang beken disapa dengan nama Jokowi itu.

Menurut politikus PDI Perjuangan, TB Hasanudin, sebenarnya bukan kali ini saja Rizal dan Sudirman terlibat polemik secara terbuka. Jokowi bahkan sudah beberapa kali mengingatkan agar para menteri tidak membuat kegaduhan di publik.

BACA JUGA: Bang Rhoma Desak OKI Lebih Aktif Perjuangkan Kemerdekaan Palestina

“Dulu soal proyek pembangkit, Freeport dan skarang Blok Masela. Melihat kegaduhan yang dilakukan beberapa menteri sebagai pembantu presiden, sepertinya sudah kelewat batas,” ujar Hasanuddin, Minggu (6/3).

Ia menambahkan, mestinya setiap perbedaan di antara menteri bisa diselesaikan di sidang kabinet atau dikoordinasikan secara tertutup. Hasanuddin menegaskan, Jokowi sebenarnya sudah melakukan langkah tepat karena wanti-wanti ke para menteri di Kabinet Kerja agar tidak mengumbar perbedaan di ruang publik.

BACA JUGA: Ternyata Jenazah di Belakang Kemudi KM Rafelia Bukan Nakhoda, Tapi...

Sayangnya, kata Hasanuddin, para menteri seolah cuek dan tetap membuat gaduh. “Bahkan lebih gaduh, saling serang secara terbuka maupun menggunakan sarana media sosial,” ujar mantan sekretaris militer kepresidenan itu.

Akibatnya, katanya, kesan yang muncul adalah kabinet yang tidak kompak karena masing-masing pembantu presiden jalan sendiri-sendiri. “Bahkan sering tidak sesuai dengan visi dan misi presiden,” ulasnya.

BACA JUGA: Ini Manfaat Andai Dana Desa Bisa Dioptimalkan

Selain itu, Hasanuddin juga menganggap kegaduhan itu bisa mengurangi kinerja kabinet dan mendegradasi kewibawaan presiden sebagai kepala pemerintahan. Karenanya, ketua DPD PDIP Jawa Barat itu menyarankan Presiden Jokowi agar bersikap tegas terhadap menteri-menteri yang sulit diatur dan bahkan terkesan punya agenda sendiri.

“Kalau sudah diperingatkan tetap gaduh terus, sebaiknya dicopot saja. Mereka pun toh bukan menteri-menteri yang pernah die hard atau berdarah-darah mendukung Jokowi saat pilpres kemarin,” cetus salah satu tokoh di PDIP yang mendorong Jokowi mau maju di pilpres itu.(ara/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dulu Jualan Keliling untuk Biaya Kuliah, Kini Tembus Pasar Internasional


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler