Tak Boleh Asal Buat, Obat Herbal Harus Diolah Khusus oleh Ahli agar Khasiatnya Maksimal

Senin, 28 Juni 2021 – 22:02 WIB
Imocor, suplemen berbasis herbal yang terbuat dari sambiloto komplit, jahe, kunyit, propolis, dan bawang putih. Foto dok Imocor

jpnn.com, JAKARTA - Dokter Charles Saerang, pakar jamu nasional berkomentar terkait munculnya tudingan bahwa jamu atau berbagai obat herbal lainnya bisa berbahaya bagi tubuh.

Padahal menurutnya, jamu tidak akan membahayakan tubuh asalkan tahu ketentuan untuk membuatnya.

BACA JUGA: Peminat Helikopter di Bali Tinggi, Urban Air Indonesia Hadirkan Bell 505 dan Robinson R66

“Umumnya jamu atau obat herbal tidak memiliki efek samping, kecuali kalau jamu atau obat herbal tersebut diolah dan digunakan asal-asalan,” ujar pewaris tunggal himpunan resep-resep jamu Nyonya Meneer, pionir industri jamu legendaris di Indonesia yang memulai usahanya pada 1919 ini.

DR. Charles Saerang menyatakan banyak masyarakat Indonesia yang menganggap jamu merupakan resep yang mudah dan bisa dibuat sendiri, padahal jamu ataupun obat herbal lainnya harus diolah secara khusus oleh ahlinya untuk memperoleh khasiat yang maksimal.

BACA JUGA: Nikita Mirzani Heran Lihat Sikap Nindy Ayunda

“Kalau sembarang mengolah, reaksi antarzat rempah-rempah pada jamu malah bisa menghilangkan khasiat satu sama lain. Dan akan berbahaya jika minum sembarang jamu yang tidak diketahui apakah komposisinya benar, karena belum bisa dipastikan apakah komposisi bahan tersebut aman bagi tubuh," terang dia.

DR. Charles juga berpendapat bahwa jamu atau obat herbal yang dituding berbahaya itu ialah yang telah dicampur dengan obat-obatan kimia yang terkadang memiliki efek samping.

BACA JUGA: Program PEN JAMINAH Topang Permodalan Usaha yang Terdampak Pandemi

“Jamu kimia tidak sama dengan jamu tradisional empiris. Jamu kimia sudah dicampur obat-obatan kimia sehingga tidak aman. Namun, kalau jamu tradisional empiris itu herbal murni yang bersifat turun-temurun dari generasi ke generasi serta tidak ada efek samping," sebutnya.

Terlebih menurut DR. Charles sekarang ini juga banyak jamu gendong campuran kimia yang tidak aman dikonsumsi, padahal BPOM pun memiliki standardisasi keamanan untuk jamu gendong (stikerisasi dan sertifikasi).

Kini DR. Charles Saerang, yang juga merupakan cucu salah satu pelopor industri jamu Ibu Lauw Ping Nio atau Nyonya Meneer, meneruskan himpunan resep-resep jamu Nyonya Meneer melalui PT Jaya Mitra Kemilau (JMK).

JMK memproduksi obat-obatan herbal yang kebanyakan adalah jamu tradisional.

Yang baru ialah Imocor, suplemen berbasis herbal yang terbuat dari sambiloto komplit, jahe, kunyit, propolis, dan bawang putih, yang dipercaya dalam memerangi virus serta kesehatan jangka panjang dan diteliti memiliki efek imunomodulasi.

Imunomodulasi adalah mekanisme tubuh yang mengatur daya tahan tubuh – tidak hanya dengan meningkatkan, tetapi juga menurunkannya.

Zat yang mengoptimalkan fungsi imunomodulasi ini disebut imunomodulator dan jelas berbeda dari imunosupresan (menekan imunitas) atau imunostimulan (meningkatkan).

Apalagi khasiat tumbuhan sambiloto yang telah diakui pemerintah Thailand sebagai bagian dari resimen pemulihan COVID-19.

Sambiloto mengandung zat berasa pahit bernama andrografolida, yang memiliki fungsi imunomodulasi yang kuat untuk mencegah sistem imunitas kita menyerang badan kita sendiri saat terkena infeksi.

Tidak seperti produk herbal lainnya yang dicampur obat kimia berbahaya, Imocor diracik secara tradisional dan 100% alami.

Di samping sambiloto, Imocor juga mengandung jahe dan kunyit yang bersifat sebagai antioksidan, antivirus, antiinflamasi, antikanker, imunomodulator (pengatur sistem kekebalan tubuh).

Semua produk JMK, termasuk Imocor, juga telah memiliki izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai jamu yang telah terbukti secara empiris.

Dengan Imocor, konsumen produk herbal tidak lagi perlu mengolah rempah-rempah sendiri dengan cara yang belum tentu benar atau membeli berbagai macam suplemen untuk mendapatkan fungsi imunomodulasi yang komplit.(chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kementan Usul Supaya Wacana Revisi PP 109 Dipertimbangkan Lagi


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler