Tak Impor Jagung, Pemerintah Hemat Rp 20 Triliun

Jumat, 21 April 2017 – 14:30 WIB
Amran Sulaiman (topi merah). Foto: Mesya/JPNN

jpnn.com, GORONTALO - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta para pengusaha tidak mengimpor jagung. 

Dia menilai, produksi jagung di Indonesia bisa untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri.

BACA JUGA: Menteri Amran: Bukan Menjemput, Gorontalo Merampas Bola

"Saya diperintahkan Presiden Jokowi mengecek ke sentra-sentra produksi jagung untuk melihat ketersediaan jagung. Saya sudah lihat sendiri, ternyata produks‎inya melimpah," kata Amran saat meninjau gudang jagung di PT Gorontalo Pangan Lestari, Jumat (21/4).

Dia mengatakan, satu pengusaha di Gorontalo saja bisa menghasilkan jagung pipil seribu ton per hari.

BACA JUGA: Wanita Tani HKTI Dorong Diversifikasi Pangan

Artinya, dalam setahun satu pengusaha Gorontalo bisa menghasilkan sekitar 400 ribu ton per tahun.

Pengusaha jagung di Gorontalo ada sepuluh. Degan begitu, produksi mencapai tiga juta ton per tahun.

BACA JUGA: Wanita HKTI Mendorong Adanya Diversivikasi Pangan

Sedangkan stok jagung di Bulog ada 140 ribu ton.

"‎Kalau dilihat real di lapangan, jagung kita berlebih. Kalau ada yang teriak jagung kurang itu hanya untuk kebutuhan 30 ribu ton. Sedangkan stok jagung kita di Bulog 140 ribu ton, belum lagi di daerah-daerah seperti Gorontalo," terangnya.

Amran menambahkan, pemerintah bisa menghemat hingga Rp 20 triliun jika tidak mengimpor jagung. (esy/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pastikan Stok Pangan Saat Ramadan Aman agar Inflasi Terkendali


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler