Tak Kunjung Bebas, Syamsul Arifin Stres hingga Sakit

Selasa, 20 Januari 2015 – 01:45 WIB
Syamsul Arifin menggunakan kursi roda saat menjalani persidangan di pengadilan Tipikor Jakarta, beberapa tahun lalu. Foto: dok.JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Kondisi Syamsul Arifin di Lapas Sukamiskin, Bandung, mulai sakit-sakitan lagi.  Kalapas Sukamiskin Giri Purbadi menduga, mantan gubernur Sumut itu mengalami stres lantaran usulan pembebasan bersyaratnya belum juga disetujui Dirjen Pemasyarakatan Kemkum-HAM.

"Pak Syamsul mulai sakit-sakitan lagi. Tapi nggak parah, cukup kita obati di dalam (ditangani dokter lapas, red)," ujar Giri saat dihubungi JPNN dari Jakarta, kemarin (19/1).

BACA JUGA: NIP 6.864 Formasi CPNS Umum 2014 Belum Diusulkan

Sakit apa yang diderita terpidana korupsi APBD Langkat saat masih menjadi bupati itu? "Kayaknya stres karena tak turun-turun (usulan pembebasan bersyaratnya, red)," kata Giri enteng.

"Mudah-mudahan tak parah lah, jadi tak perlu dibawa berobat ke luar," harapnya.

BACA JUGA: Sesalkan Bareskrim Biarkan Tersangka Penipuan Rp 4,5 Triliun Berkeliaran

Dia mengatakan, tidak hanya Syamsul yang mengalami penurunan kondisi kesehatan. Sejumlah napi lain yang usulan pembebasan bersyaratnya juga belum disetujui, juga menunjukkan tanda-tanda stres yang berdampak pada kondisi fisiknya.

Giri sendiri mulai cemas dengan kondisi warga binaannya itu. Pasalnya, menurut dia , hal-hal semacam ini yang biasanya memunculkan keributan di dalam lapas.

BACA JUGA: KontraS Anggap Hukuman Mati Hanya untuk Dongkrak Popularitas

"Jadi kalau ada ribut di lapas, itu bukan karena perlakukan petugas kami, tapi ya yang seperti-seperti ini," katanya lagi.

Giri mengaku sudah menanyakan langsung ke atasannya, mengapa usulan pembebasan bersyarat Syamsul dan yang lainnya, yang sudah lama disodorkan berkasnya, belum juga mendapat persetujuan.

"Jawabannya, katanya masih dalam proses. Gitu aja jawabannya. Memang kayaknya sulit sekarang ini. Aturannya sudah jelas, tapi bisa saja ini menyangkut kebijakan atasan," terangnya menduga-duga.

Sebelumnya, Giri cerita, ketidakjelasan pembebasan bersyarat ini membuat Syamsul sedih, ingin cepat pulang. Mantan bupati Langkat itu merasa sudah terlalu lama menjadi penghuni Lapas Sukamiskin, Bandung.

"Berkali-kali beliau mengatakan ingin segera pulang. Bukan untuk jadi gubernur lagi, tapi ingin kumpul keluarganya," kata Giri Purbadi, awal Januari lalu.

Giri Purbadi mengaku sudah mengajukan berkas permohonan bebas bersyarat Syamsul pada awal Agustus 2014. Menurut perhitungan Giri, Syamsul sudah bisa bebas bersyarat per Oktober 2014. (sam/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Grasi Ditolak, 2 Warga Australia Langsung Didor


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler