Tak Terpilih Jadi Menteri dan Pimpinan DPR, Fadli Zon Disisihkan di Gerindra?

Selasa, 14 Juli 2020 – 19:32 WIB
Ketua BKSAP DPR Fadli Zon saat acara wawancara program Ngompol (Ngomongin Politik) JPNN.com di Fadli Zon Library, Jakarta, Jumat (10/7). Foto : Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menjawab berbagai anggapan sebagian kalangan yang menilai dia mulai tersisihkan di partai yang turut dibangunnya itu.

Dalam sesi wawancara di program NGOMPOL (Ngomongin Politik) yang tayang di channel Youtube JPNN.com, Selasa (14/7), Fadli blak-blakan menjawab berbagai isu terkait posisinya di Gerindra, DPR hingga kabinet.

BACA JUGA: Sambil Tersenyum, Fadli Zon Ungkap Cerita soal Prabowo, Tak Banyak yang Tahu

Fadli menjelaskan awalnya dia telah membayangkan bagaimana Partai Gerindra bisa menjadi besar seperti sekarang ini.

Hal itu dimulai dari mimpi akan adanya sebuah partai politik yang membela kepentingan rakyat dan menjadi instrumen untuk memperjuangkan nilai-nilai yang harus diperjuangkan.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Negara Dipermainkan Djoko Tjandra, Surat untuk Bu Mega, Denda Tanpa Masker

"Awal itu mencetus bersama Pak Hashim Djojohadikusumo. Saya yang mengajukan ke Pak Hashim. Kemudian kami bawa ke Pak Prabowo. Mulanya Pak Prabowo memang menolak," ungkap Fadli menceritakan kembali awal terbentuknya Partai Gerindra.

Penolakan Prabowo menurutnya cukup beralasan. Saat itu, mantan Danjen Kopassus tersebut belum berpikir tentang partai apalagi mendirikan sebuah parpol karena yang ada saat itu sudah banyak. Dia justru khawatir kebanyakan parpol justru bisa menambah masalah.

BACA JUGA: Hagia Sophia Diubah Jadi Masjid, Fadli Zon: Terima Kasih Erdogan

"Tetapi saya meyakinkan beliau bahwa ini kita perlu partai yang fresh, yang tidak terlalu banyak muatan atau beban sejarahnya. Ini menjadi alat perjuangan. Akhirnya beliau setuju," jelas Fadli.

Saat ini, Partai Gerindra berada di posisi ketiga peraih kursi terbanyak di Senayan. Pada periode 2014-2019, Fadli juga diberikan posisi penting di parlemen, sebagai wakil ketua DPR.

Namun pada Pemilu 2019, Fadli yang kembali terpilih tidak lagi dipercaya menjadi pimpinan DPR. Tidak masuk juga sebagai menteri di Kabinet Kerja.

Dia juga tak ditunjuk oleh Prabowo sebagai juru bicara resmi partai sehingga muncul anggapan sosok Fadli mulai terpinggirkan?

Hal ini dijawab santai oleh Fadli. "Oh begini, kalau saya dari awal sudah jadi jubir Partai Gerindra. Itu dari awal. Sudah capeklah. Sudah harus ada orang yang menggantikan. Bahkan sebelum ada Gerindra,yang menjuluki saya justru media, Jubir Pak Prabowo," ucapnya.

Politikus asal Sumatera Barat ini merasa sudah cukup bagiannya menjadi jubir partai, karena Gerindra sekarang sudah besar.

Namun dia menegaskan, semua anggota DPR juga merangkap jadi jubir partai, termasuk dirinya.

"Tetapi waktu itu saya punya gagasan, yang diperlukan sekarang jubir rakyat. Apalagi ketika oposisi itu semakin mengecil. Jadi saya lebih menempatkan diri sebagai jubir rakyat," kata ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen ini.

Keputusan mendeklarasikan diri sebagai jubir rakyat bagi legislator kelahiran 1 Juni 1971 ini, bukan bentuk ekspresi kekecewaan karena tak ditunjuk jadi jubir partai maupun posisi pimpinan DPR dan menteri.

"Namanya di dalam partai kan biasa. Kalau menjadi wakil ketua DPR jarang presedennya sampai dua kali. Biasa saja, bagi saya di mana pun kita duduk, termasuk sekarang saya dikasih tugas menjadi ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen ya saya mengurusi itu," kata Fadli.

Selain itu, Fadli juga menduduki sejumlah posisi penting di organisasi internasional seperti Presiden GOPAC (Global Organization of Parliamentarians Against Corruption), dan Februari lalu dia baru saja dipercaya menjadi wakil presiden Liga Parlemen Dunia untuk Palestina.

"Jadi, bagi saya semua itu memang jalan, destiny. Saya memang tidak berkeinginan kok jadi menteri. Malah saya yang mengusulkan Pak Prabowo menjadi menteri pertahanan. Tadinya Pak Prabowo mau menunjuk orang-orang saja, beliau di luar," jelas politikus yang hobi mengoleksi keris ini.(fat/jpnn)

VIDEO: Cerita Fadli Zon Soal Penunjukan Prabowo Sebagai Menhan


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler