Tak Tertib, Peserta Kongres akan Diusir

Jumat, 24 Juni 2011 – 05:20 WIB
Kongres PSSI Mei lalu. Foto: Dok. JPNN.
JAKARTA - Komite Normalisasi (KN) tampaknya sudah belajar dari kegagalan Kongres PSSI pada 20 Mei laluAkibat terlalu banyak toleransi, rapat tertinggi federasi sepak bola Indonesia itu tidak menghasilkan putusan apaun alias berakhir deadlock

BACA JUGA: Porto Tunjuk Asisten Villas-Boas

Setelah dilakukan lobi-lobi oleh berbagai pihak, FIFA akhirnya memberi kesempatan terakhir kepada PSSI untuk menggelar kongres hingga 10 Juli mendatang.

Nah, agar deadlock tidak terulang lagi, KN menyatakan akan sangat tegas dalam pelaksanaan kongres biasa yang berubah menjadi Kongres Luar Biasa (KLB) 9 Juli nanti di Solo
Hujan interupsi yang menjadi sebab kongres tak menghasilkan apapun pada 20 Mei nanti tidak akan diberi ruang.

Menurut Anggota KN Joko Driyono, pada KLB nanti KN tidak segan-segan mengusir peserta KLB yang ngotot melakukan interupsi yang tak sesuai dengan agenda

BACA JUGA: Manajemen PSM Evaluasi Pemain

KLB di Solo nanti punya satu agenda, yakni memilik Ketum, Waketum, dan sembilan anggota Exco PSSI periode 2011-2015.

"Pertama kami tentu terlebih dulu akan memberikan peringatan jika peserta Kongres tetap memaksakan melakukan interupsi di luar agenda Kongres
Tapi jika tetap ngotot, kami tak segan-segan mengeluarkannya dari ruang Kongres

BACA JUGA: Doyan Gado-gado dan Sate, Bakal Lelang Kostum Messi

Ini karena Kongres harus bisa memilih pengurus baru PSSI," cetus Joko Driyono.

Untuk menertibkan interupsi, pada KLB nanti KN akan menerapkan mekanisme berbicara bagi peserta"Standar persidangan tidak berubahTapi nanti di KLB jika ada yang ingin bicara harus minta ijin," sambungnya.

Joko mengungkapkan, nama-nama yang masuk dalam daftar interupsi, selanjutnya harus mendapatkan izin untuk berbicaraJika sudah mengantongi izin, mereka bebas berbicaraTapi harus sesuai agenda Kongres.

CEO PT Liga Indonesia ini mengungkapkan jika hal itu diterapkan oleh FIFA pada kongres 1 Juni lalu"Saya lihat di kongres FIFA seperti ituBiar teraturYang ingin bicara terlebih dulu harus mengisi formulirKalau bicara di luar koridor akan diperingatkanKalau tidak nurut, ya akan dikeluarkan dari ruangan kongres," beber Joko Driyono.

Selain mekanisme tata cara berbicara, pada KLB nanti juga akan diterapkan fasilitas electronic voter (e-voter)Tapi e-voter tidak akan dipakai dalam pemilihan Ketum, Waketum, dan anggota Exco sebagaimana ditakutkan pemilik suara pendukung George Toisutta-Arifin Panigoro.

"E-voter hanya dipakai untuk menyetujui ketentuan dan bukan untuk memilih orangE-voter Hanya untuk memberikan jawaban setuju, tidak setuju, atau abstainUntuk pemilihan tetap mengacu pada standard electoral code FIFA," terang Joko Driyono pula(ali)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Penggantian Wim Tergantung LPI


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler