Takbir Iringi Gerhana Bulan Total

Minggu, 11 Desember 2011 – 05:06 WIB

MEDAN - Tadi malam, Sabtu (10/12), umat manusia kembali menyaksikan keajaiban alam berupa gerhana bulanMenurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gerhana bulan total berlangsung selama 51 menit 8 detik antara 21:06 hingga 21:57 WIB.

Siaran pers BMKG menyebutkan tahun ini sebenarnya terjadi enam kali gerhana bulan, yaitu 4 Januari, 1 Juni, 16 Juni, 1 Juli, 25 November, dan 10 Desember

BACA JUGA: Ibu Berdandan, Bapak Sibuk Masak



Fenomena gerhana bulan itu tidak sepenuhnya bisa dilihat di wilayah Indonesia, karena hanya 2 gerhana bulan yang melintasi wilayah Tanah Air, yaitu gerhana bulan 16 Juni dan 10 Desember.

Gerhana bulan terjadi akibat Bulan, Bumi, dan Matahari berada pada satu posisi garis berurutan
Sementara posisi bulan kebiasaannya tidak berada pada garis benar sejajar berurutan dengan Bumi serta Matahari

BACA JUGA: Diduga Korupsi, Sekretaris Bappeda Pessel Ditahan

Kondisi demikian dapat terjadi gerhana Bulan total ataupun gerhana Bulan separuh seperti pada Juni 2011 lalu dengan kurun waktu berbeda.

Menyikapi gerhana bulan total ini, takbir berkumandang di sejumlah tempat
Seperti yang disuarakan sedikitnya 150 jamaah di lingkungan kelurahan Simpang Selayang melaksanakan salat sunnat gerhana bulan

BACA JUGA: Nelayan Rupat dan Bengkalis Ditembaki Perampok

Salat dilaksanakan di Masjid Hajjah Khairuna Fauzi Kompleks Kejaksaan Jalan Zedri Putra Kelurahan Simpang Selayang kecamatan Medan Tuntungan, dari pukul 20.00 WIB sampai 21-00 WIB.

Pelaksanaan ibadah salat sunnat gerhana bulan yang di  imami langsung Ustad Sudirman dengan  dua rakaat dan empat rukuk itu berjalan lancar dan tertib tanpa hambatan.“Sebenarnya hukum melaksanakan ibadah salat gerhana bulan adalah SunnatArtinya, alangkah  lebih baik dikerjakan dan tidak dikerjakan tidak ada apa-apaSoalnya, ini suatu penomena alam dari keagungan sang pencipta Allah SWT,” bilang Muhammad Nuh Ketua Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (Persis) Sumatera Utara, tadi malam.

Kegunaan dari melaksanakan salat gerhana bulan hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT selaku hambanya dengan beribadah dan berdzikir

“Berdzikir dan beribadah tadi yang telah kami lakukan tadi bersama-sama di Mesjid Hj Khairuna FauziTapi, salat gerhana bulan juga bisa dilaksanakan dengan tidak berjamaah,” bilang Muhammad Nuh. 

Adapun tata cara salat gerhana dilaksanakan dengan berjamaah dengan dua rakkat dan empat rukuk itu yakni  sesudah takbiratul ihram dan membaca iftitahLalu,  imam membaca Al Fatihah dan surah atau ayat yang panjang.
Kemudian rukuk, bangkit dari rukuk, lalu imam membaca lagi surah yang panjang tapi lebih pendek dari yang pertamaLalu rukuk kembali, bangkit kemudian sujudHal yang sama dilakukan di rakaat kedua.

Hal melaksanakan salat gerhana bulan tadi  dikerjakan sesuai hadist Rasulullah SAW yang berbunyi, Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan adalah tanda kekuasaan Allah SWTMaka jika melihat gerhana itu, dianjurkan untuk salat berdoa sampai selesai gerhana.(omi)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bayar Cukai, Tetap Jadi Tersangka


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler