Taliban Kembali Berulah, Presiden Afghanistan: Berdamai dengan Pembunuh Tidak Ada Artinya

Sabtu, 07 September 2019 – 03:29 WIB
Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani. Foto: AFP

jpnn.com, KABUL - Presiden Afganistan Ashraf Ghani kembali mengekspresikan kemarahannya kepada Taliban. Secara tegas dia menyatakan bahwa tidak ada lagi ruang perdamaian dengan kelompok ekstremis Islam itu.

"Berdamai dengan kelompok yang masih membunuh orang tak berdosa tidak ada artinya," ujar Presiden Ashraf Ghani seperti yang dilansir oleh Al Jazeera.

BACA JUGA: Afghanistan Makin Mencekam, Bom Besar Meledak Dekat Rumah Dubes AS

Pernyataan Ghani tersebut merespons serangan bom bunuh diri yang menewaskan sedikitnya 12 orang di Kabul, Kamis (5/9). Taliban telah mengklaim bertanggung jawab atas aksi biadab tersebut.

BACA JUGA: Kejam, Taliban Ledakkan Bus Berisi Puluhan Anak dan Perempuan

BACA JUGA: Taliban Kembali Berulah, Kunduz Mendadak Jadi Kota Mati

Akibat serangan ini, 10 warga sipil Afganistan, seorang tentara Rumania, dan seorang staf diplomatik AS tewas. Kegeraman Presiden Ashraf pun bakal semakin besar. Pasalnya, berselang beberapa jam kemudian, Taliban kembali meledakkan sebuah bom mobil di luar pangkalan militer Afganistan. Kali ini empat warga sipil kehilangan nyawa.

Serangan ini cukup mengejutkan, karena sebelumnya Taliban telah melakukan pembicaraan damai dengan AS di Doha, Qatar. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump pun sudah menyatakan siap menarik pasukan dari lima basis militer AS di Afganistan. (rmol/jpnn)

BACA JUGA: Taliban Kembali Lancarkan Serangan Maut, Militer dan Sipil Jadi Korban

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kali Ini Presiden Afghanistan Murka, Bersumpah Balas Dendam


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler