Taliban Larang Salon Kecantikan setelah Hampir 2 Tahun Kuasai Afghanistan

Sabtu, 08 Juli 2023 – 20:40 WIB
Foto bergambar wajah perempuan di Kabul, Afghanistan yang dicoret-coret Taliban. Foto: Wakil Kohsar/AFP

jpnn.com, KABUL - Pemerintah Afghanistan di bawah rezim Taliban terus mempersempit ruang gerak kalangan perempuan.

Kini, Taliban tidak hanya melarang pendidikan bagi kaum perempuan, tetapi juga mengeluarkan larangan usaha salon kecantikan.

BACA JUGA: ISIS Makin Kuat Sejak Taliban Berkuasa di Afghanistan

Larangan terbaru itu merupakan kebijakan Kementerian Amar Makruf Nahi Mungkar Afghanistan.

Surat keputusan tentang pelarangan salon kecantikan itu telah beredar luas di media sosial. Namun, Mohammad Sidik Akif Mahajar selaku Kementerian Amar Makruf Nahi Mungkar Afghanistan tidak memerinci soal aturan baru itu.

BACA JUGA: Taliban Larang Perempuan Kuliah, Afghanistan Kembali ke Era Jahiliah

Mahajar hanya mengonfirmasi info soal larangan tersebut. Surat keputusannya diterbitkan pada 24 Juni lalu.

Para pemilik salon kecantikan diberi waktu sebulan untuk menutup usaha mereka. Larangan itu berlaku di ibu kita Afghanistan, Kabul, dan seluruh provinsi.

BACA JUGA: Baru Berkuasa, Taliban Terancam Pecah Gegara Narkoba

Namun, tidak ada alasan yang tertulis dalam larangan itu. Kementerian Amar Makruf Nahi Mungkar hanya menyebut kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut atas perintah lisan dari Hibatullah Azkhundzada selaku pemimpin tertinggi negeri berjuluk Kuburan Para Penguasa itu.

Akhundzada pernah menyatakan bahwa pemerintahannya telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk perbaikan kehidupan perempuan Afghanistan.

Seorang pemilik salon kecantikan mengeluhkan kebijakan itu. Narasumber yang tidak mau diungkap namanya demi alasan keamanan itu mengatakan salon kecantikan merupakan sumber kehidupannya sejak suaminya meninggal karena bom mobil pada 2017.

“Hari demi mereka (Taliban) memaksakan pembatasan terhadap perempuan,” ujarnya.

Dia menuturkan setiap hari salonnya di Kabul dikunjungi 8-12 perempuan.

“Mengapa mereka hanya menyasar perempuan? Bukankah kami juga manusia yang berhak bekerja untuk hidup? ujarnya.

Taliban secara resmi menguasai Afghanistan mulai 15 Agustus 2021. Selanjutnya, penguasa baru itu mendeklarasikan berdirinya Imarah Islam Afghanistan sebagai nama anyar untuk negeri yang pernah dikuasai komunis tersebut.(ArabNews/JPNN.com)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dialog Antarulama dengan Afghanistan, Indonesia Bela Hak Perempuan


Redaktur : Antoni
Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler