Tanggul Sungai Dawe Jebol, Ganjar Patroli Siapkan Sistem Peringatan di Daerah Rawan

Sabtu, 04 Maret 2023 – 03:32 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersepeda saat meninjau banjir di wilayah Semarang. Foto dok humas Pemprov Jateng

jpnn.com, JAWA TENGAH - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau langsung Tanggul Sungai Dawe yang jebol, pada Kamis (2/3).

Ganjar menginstruksikan jajarannya dari tingkat provinsi hingga desa untuk berkoordinasi terkait patroli sungai.

BACA JUGA: Srikandi Ganjar Jabar Menggelar Beauty Class untuk Milenial di Bandung

"Perlu kita membuat semacam patroli sungai, ternyata dari BBWS sudah ada dengan 2.344 kilometer panjang sungai yang dikelola BBWS. Tidak mungkin BBWS kerja sendiri, maka kami coba siapkan koordinasinya antara BBWS, provinsi dengan kabupaten termasuk desa untuk melihat dan mengidentifikasi titik-titik rawan," ujar Ganjar di lokasi, Jumat (3/3).

Pria 54 tahun ini menjelaskan, sepanjang 42 kilometer aliran Sungai Dawe yang banyak terdapat titik-titik rawan tanggul jebol dan berpotensi membanjiri pemukiman warga.

BACA JUGA: Setoran Pajak PT Timah Capai Rp 1,51 Triliun

Sepanjang 19 kilometer di antaranya pun masuk kategori sangat rawan.

Oleh sebab itu, Ganjar meminta aliran sungai yang menjadi titik-titik rawan jebolnya tanggul untuk lebih digencarkan patroli sungai.

BACA JUGA: Rois Syuriyah PBNU bersama Stakeholders Kompak Menolak Revisi PP 109/2012

Dia juga menyiapkan tanda-tanda peringatan di sepanjang aliran sungai yang rawan, agar jika saat hujan lebat tanggulnya jebol, warga bisa lebih siaga.

"Kurang lebih 42 kilometer, yang kritis baru 19, maka yang lain kalau kita buat sistem informasi, maka itu yang berbahaya, kita mesti alert. Titik-titik rawan itu bisa diberikan tanda, sehingga kawan-kawan kades ini bisa kita minta untuk siaga. Ini yang khusus sungai," jelas Ganjar.

Untuk mengurangi debit air yang masih menggenang di beberapa titik, Ganjar juga telah mengupayakan pompa penyedot air untuk dikerahkan.

Tanggul sementara juga telah dibangun untuk mengurangi debit air sungai yang meluap, sekaligus langkah antisipasi jika terjadi hujan lebat.

"Kami coba carikan cara bagaimana genangan-genangan yang ada di area-area keramaian, kota, jalan-jalan yang dilalui transportasi itu cepat kami keringkan. Kalau kami sedot buangnya ke mana, alatnya seperti apa, carinya di mana, mesti disiapkan dan kami kerahkan," ucap Ganjar.(chi/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler