Tanpa BPBD, Daerah Tidak Peroleh Bantuan Dana Bencana

Minggu, 03 Juli 2011 – 11:01 WIB

SURABAYA - Meski di Indonesia sering terjadi bencana nasional, namun tidak semua daerah memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD)Jatim, misalnya, dari dari 38 kabupaten dan kota, baru 24 daerah yang memiliki organisasi yang khusus bergerak dalam bidang kemanusiaan tersebut.

Diantara daerah-daerah yang belum memiliki BPBD tersebut, seperti Malang, Lumajang, Batu, Sidoarjo, Surabaya, Jember, Blitar dan lain-lainnya

BACA JUGA: Bus Rombongan Khitan Masal Masuk Jurang

Padahal, bila tidak memiliki badan tersebut, daerah tidak bisa mencairkan dana bantuan dari pusat.
Sebab, salah satu syarat turunnya anggaran bila terjadi musibah, harus ada organisasi resmi pemerintah tersebut
‘’Kami mendorong daerah-daerah agar segra mendirikan BPBD,’’ ujar Syamsul Ma’arif, ditemui usai memberikan ceramah di depan Munas Relawan Penanggulangan Bencana, di Unmuh Surabaya, Sabtu (2/7)

BACA JUGA: Cari Kerang, Dua Warga Tenggelam



Dia mengaku, ada diantara anggota dewan yang justeru mempersulit keberadaan organisasi baru tersebut di daerah-daerah
Padahal, keberadaannya untuk tanggung jawab dana rakyat kepada masyarakat

BACA JUGA: Cari Kerang, Dua Warga Tenggelam

‘’Saya dapat laporan, DPRD nya bukanlah mendorong, tapi ada juga yang menghambatKan kasihan kepada masyarakat,’’ tambahnya.

Tugas BNBP, tidak saja memberikan pertolongan pada saat bencanaTapi lebih dari ituSelama setahun itu, mereka memberikan pelatihan-pelatihan untuk menghadapi bencana‘’Kalau bencana itu paling lama 14 hari sudah selesaiTapi yang penting adalah mempersiapkan mereka bila menghadapi bencanaKalau terjadi, masyarakat sudah siap,’’ tuturnya.

Dengana alasan itu pula, Syamsul Ma’arif, membuat Desa TangguhDia ingin masyarakat yang selama ini bergabung pada Posyandu, Pos KB, pramuka, tokoh masyarakat dan lain-lainnya, juga berperan sebagai potensi pada Desa TangguhMasyarakatnya dilatihBila terjadi musibah, mereka ini bisa memberikan pertolongan, sebelum bantuan itu datang.

Syamsul memberikan contoh di PadangDi sana, setelah berkali-kali digoncang bencana, mereka secara mendirikan sealter swadayaMereka menyiapkan untuk tempat pengungsian yang tingginya sampai 12 meter, yang bisa menampung banyak orangMeski hanya mampu menampung puluhan orang, namun sudah menyelamatkan sekian banyak nyawa.

Hal itulah, katanya, yang ingin dikembangkan ke daerah-daerah lain di seluruh IndonesiaDia mengharapkan para donator atau pimpinan daerah mempunyai desa binaan, yang menuju ke Desa TangguhSebab, di Indonesia, jumlahnya sangat sedikit.

Desa Tangguh ini berfungsi untuk antisipasi segala kemungkinan yang terjadiMereka juga menghindari dari resikoSelain itu bisa beradaptasi terhadap keadaan yang terjadi, bahkan sampai pemulihan kembali setelah bencana itu berlalu, Desa Tangguh bisa melakukannya(din)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dituding PAD Masuk Kantong, Pemkot Evaluasi Diri


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler