Target 1.167 Km Tol Trans Jawa, 561 Km Sudah Beroperasi

Jumat, 22 Desember 2017 – 02:17 WIB
Presiden Jokowi jumpa pers pada peresmian pengoperasian jalan tol Surabaya - Mojokoerto yang berlangsung di pintu tol Waru Gunung, Selasa (19/12). Foto: Dika Kawengian/Jawa Pos

jpnn.com, JAKARTA - Peresmian Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) sepanjang 36,27 kilometer oleh Presiden Joko Widodo, Selasa (19/12), menambah panjang ruas tol di Jawa Timur menjadi 199 kilometer.

Tambahan ruas tol ini merupakan bagian dari ruas tol Trans Jawa (Merak-Banyuwangi) sepanjang 1.167 km yang ditargetkan tersambung keseluruhan pada akhir 2019.

BACA JUGA: KPR Subsidi FLPP Rp 4,5 Triliun Bagi 42 Ribu Rumah MBR

Sedangkan pada 2018, pemerintah menargetkan lalu lintas dari Merak hingga Surabaya sudah dapat melalui tol secara terus-menerus.

Percepatan pembangunan tol sebagai bagian dari sistem jaringan jalan nasional merupakan langkah nyata mewujudkan Nawacita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing bangsa.

BACA JUGA: Pak Basuki Perintahkan Anak Buah Jaga Titik Rawan Longsor

Tol Trans Jawa dibutuhkan guna meningkatkan kelancaran konektivitas di Pulau Jawa yang memiliki kontribusi lebih dari 50 persen bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kita dikejar oleh waktu karena persaingan antarnegara semakin ketat. Negara berkembang yang menjadi negara maju adalah negara yang memiliki daya saing tinggi yang efisien. Oleh sebab itu mengapa kita pacu pembangunan jalan tol, pelabuhan, air port, pembangkit listrik, yang arahnya sekali lagi adalah daya saing bangsa,” kata Jokowi.

BACA JUGA: Jika Cerdas, Airlangga Hartarto Harus Mundur dari Kabinet

Dari 1.167 km panjang tol Trans Jawa progresnya saat ini 561 km sudah beroperasi, 433 km masih dalam tahap konstruksi dan 172 km masuk dalam tahap lelang investasi.

Pembiayaan jalan tol mengutamakan pendanaan dari investasi swasta. Sedangkan pendanaan dari APBN bersifat dukungan pemerintah dalam rangka meningkatkan kelayakan finansial ruas tol yang ditawarkan.

Tol Sumo menjadi tol yang kesebelas yang dioperasikan 2017 sepanjang 156,6 Km.

Sembilan ruas di antaranya diresmikan oleh Jokowi. Tol yang telah diresmikan sebelumnya oleh Jokowi adalah Tol Akses Tanjung Priok, Kertosono-Mojokerto seksi 2, Semarang-Solo seksi 3, Palembang-Indralaya seksi 1, Medan-Binjai seksi 2-3, Medan-Kualanamu-Tebingtinggi seksi 1-6, Bekasi-Cawang-Kampung Melayu seksi IB dan IC, dan Soreang-Pasirkoja.

Dua ruas tol lainnya adalah Gempol-Pasuruan Seksi 1-A1 yang beroperasi pada 6 April 2017 dan Seksi 1-A2 beroperasi 3 Agustus 2017 dengan total panjang 15,7 Km. 

Tol Sumo terhubung dengan Tol Mojokerto-Kertosono (Moker) yang telah beroperasi sebelumnya.

Dengan begitu, total Surabaya-Jombang-Kertosono sepanjang 76 km dapat ditempuh hanya sekitar satu jam. Itu berarti dua jam lebih cepat dari jarak waktu yang harus ditempuh sebelumnya.

Tarif Tol Sumo ditetapkan  berdasarkan Kepmen PUPR No.916 tahun 2017 sebesar Rp 1.050 per km untuk tarif golongan I atau Rp 38 ribu untuk jarak terjauh.

Ruas tol Surabaya-Mojokerto-Kertosono ini dalam waktu dekat akan tersambung dengan ruas tol lainnya dan ditargetkan operasional pada 2018.

Penyelesaian konstruksi untuk mengejar target Merak-Surabaya beroperasi akhir 2018.

Yakni di ruas tol Pejagan-Pemalang untuk seksi Brebes Timur-Pemalang (38 km) operasi Maret 2018, Pemalang-Batang (39 km) operasi Juli 2018, Batang-Semarang (75 km) operasi Mei 2018, Semarang-Solo dari Salatiga-Kertosuro (33 km) operasi Juli 2018, Solo-Ngawi (90 km) operasi akhir Januari 2018, Ngawi-Kertosono (87 km) dari Ngawi-Nganjuk (50 km) operasi Januari 2018 dan untuk Saradan-Kertosono (37 km) operasi Desember 2018.

Tersambungnya seluruh tol tentunya akan menurunkan biaya logistik transportasi, mengurangi kemacetan di jalan arteri, mempersingkat waktu tempuh dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Saya bertemu dengan pengusaha Jombang yang kini bisa lebih cepat mengantar produknya ke Surabaya. Sebelum ada jalan tol, dia harus berangkat pagi dan tiba di Surabaya setelah tengah hari. Kini hanya satu jam tiba di Surabaya sehingga bisa beberapa kali mengantar produknya ke Surabaya,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Semakin lancarnya akses antara pusat kota dengan kawasan hinterland-nya akan mendorong munculnya kawasan perumahan baru di luar Surabaya yang akan menjadi kawasan hunian yang lebih tertata.   

Dampak lain yang terjadi dari adanya pembangunan jalan tol tersebut adalah para investor mulai banyak yang melirik daerah tersebut sebagai tempat pembangunan bagi perusahaan ataupun pabrik-pabrik mereka. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Prabowo Subianto Paling Diuntungkan Dengan Isu Ini


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler