Target Operasional Tol Malang – Pandaan Molor

Jumat, 02 November 2018 – 06:07 WIB
Proyek pembangunan jalan tol. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, MALANG - Target Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memfungsikan tol Malang – Pandaan (Mapan) pada akhir 2018 terancam gagal.

Sebab, progres pengerjaannya masih 72 persen. Penggarap proyek tol, PT Jasa Marga, mematok target ulang yakni Januari 2019. Mungkinkah target tersebut tercapai? Atau pengoperasionalan tol sepanjang 38,6 kilometer itu masih kapan-kapan alias belum jelas?

BACA JUGA: Jadi Ini Pelaku yang Sering Curi Pagar Jalan Tol

Pantauan Jawa Pos Radar Malang, tampak beberapa pekerja masih menggarap jembatan di dekat exit (pintu keluar) Karanglo (Singosari). Ruas jalan yang sudah dicor juga belum finishing sehingga sementara ini tidak bisa dilintasi.

”Masih belum dibuka untuk umum,” ujar Aidil Kurniawan, kepala seksi 3 tol Mapan saat ditemui di lokasi beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Sebelum 2019, 13 Jalan Tol Baru Siap Beroperasi

Dia mengaku sudah melakukan percepatan. Harapannya, pengerjaan tol segera tuntas. Setidaknya dari Pandaan menuju exit tol Karanglo. Sementara untuk jalur menuju Cemorokandang, Kota Malang, masih belum terbuka.

Direktur PT Jasa Marga Pandaan–Malang Agus Purnomo memperkirakan, Januari 2019 sudah bisa dioperasionalkan. Namun, belum menyeluruh. Yakni, sebatas jalur Pandaan menuju exit tol di Karanglo. Sementara untuk jalur menuju Cemorokandang (Kota Malang) ditargetkan tuntas Juni 2019.

BACA JUGA: Peletakan Batu Pertama Jalan Tol di Aceh Digelar November

”Masih sesi 1, 2, dan 3 dulu (yang rampung pengerjaannya). Panjang jaraknya sekitar 30 kilometer. Namun, jalur yang menuju Sawojajar belum bisa dibangun,” kata Agus saat dikonfirmasi.

Menurut Agus, pembangunan jalur Pandaan–Karanglo hingga kemarin sudah mencapai 72 persen. Artinya, timnya tinggal finishing dan membangun gerbang (exit tol) tersebut di beberapa titik, termasuk di titik Karanglo.

Dari Pandaan menuju Malang, rencananya ada lima exit tol. Yakni, exit tol di Purwodadi (Pasuruan), Lawang, Pakis, Karanglo (Singosari), dan Cemorokandang (Kota Malang). ”Tinggal finishing-nya saja (pengerjaan exit tol di Karanglo).

Lantas, apa langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mencapai target pengoperasionalan tol Mapan pada Januari 2019? Agus tidak menjelaskan. Namun, sebelum dioperasionalkan, rencananya dilakukan uji laik fungsi.

Dalam uji laik fungsi itulah, gerbang tol dibuka, kemudian kendaraan umum bisa melintasinya. ”Libur Natal dan Tahun Baru akan kami buka (uji laik fungsi). Seperti libur Lebaran lalu,” kata pria yang bekerja di PT Jasa Marga sejak tahun 1988 itu.

Agus berharap, agar kendala yang dialami PT Jasa Marga dalam menggarap proyek tol tidak disikapi negatif. ”Kami minta dukungan semua warga Malang Raya agar April atau paling lambat Juni 2019 sudah bisa berfungsi total,” harapnya.

Terpisah, Camat Kedungkandang Drs Pent Haryoto menyatakan, pengerjaan proyek tol di jalur Cemorokandang terganjal pembebasan lahan. Berdasarkan pendataan Pent, ada 36 rumah di Kelurahan Madyopuro yang terimbas proyek tol sehingga harus dibebaskan.

Tapi, mereka menolak melepas rumah dan lahannya dengan alasan harga yang dipatok Kementerian PUPR dianggap terlalu rendah. ”Warga tidak mau (menjual lahannya). Padahal, kami sudah menyosialisasikan,” kata Pent.

Karena warga tetap ngotot menolak pembebasan lahan, akhirnya pemerintah menempuh jalur hukum. Biaya ganti rugi untuk pembebasan lahan juga sudah dititipkan ke pengadilan. Pent menegaskan, warga yang bersedia melepaskan lahannya bisa mengambil uangnya ke pengadilan.

”Uangnya sudah ada, tinggal ambil di pengadilan. Tapi, dengan syarat ada dokumennya lengkap,” kata pejabat eselon III A Pemerintah Kota (Pemkot) Malang itu. (nr3/im/c2/dan)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ganti Rugi Pembebasan Lahan Tol Murah, DPRA Menyurati Jokowi


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler