Teknologi Digital Mutlak untuk Tingkatkan Produksi Pertanian

Senin, 01 Oktober 2018 – 15:36 WIB
ILUSTRASI. Lahan sawah. Foto: Humas Kementan for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Drajat Martianto mengatakan, pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian harus diterapkan secara menyeluruh.

Menurut dia, teknologi digital bisa mendukung proses produksi, logistik, hingga sampai ke konsumen.

BACA JUGA: Rina Saadah Ingin Ubah Pertanian Tradisional Jadi Modern

Drajat menjelaskan, seluruh mandat proses pelaksanaan produksi pangan diberikan kepada Kementerian Pertanian (Kementan).

“Jadi, kalau bisa, untuk meningkatkan produksi pertanian itu menggunakan teknologi digital," ucap Drajat, Senin (1/10).

BACA JUGA: Besok Pagi Rudiantara Beber Industri Kreatif Digital di IPB

Drajat mencontohkan, Kementan bisa mengoptimalkan teknologi digital guna memetakan basis wilayah pertanian atau juga mendongkrak efektivitas produksi pangan.

"Dengan demikian, kalau ke depan semakin banyak petani yang sudah mulai tidak tertarik lagi mengurusi pertanian karena keterbatasan luas lahan dan sebagainya, teknologi digital yang mampu menyelesaikan persoalan itu," ujar Drajat.

BACA JUGA: Jurus Fadli Zon Genjot Kerja Sama Pertanian RI-Korsel

Dia menilai Kementan perlu mendapat dukungan dari kalangan ilmuwan maupun kelompok masyarakat perihal pendataan distribusi pertanian dan kerusakan pascapanen.

"Kementerian Pertanian harus didukung optimal agar banyak berperan di situ untuk digitalisasi pertanian,” kata Drajat.

Drajat menjelaskan, pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian akan mampu jadi solusi antara keuntungan yang tetap diperoleh petani dari proses produksi.

Begitu juga dengan konsumen yang akan mendapatkan pangan berkualitas bagus.

"Itu tidak mungkin dilakukan tanpa intervensi teknologi. Nah, akrologistik menjawab itu. Ntuk mengembanhkan akrologistik, jelas teknologi digital amat dibutuhkan," ujar Drajat. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Soal Beras, Data Sektor Pertanian Perlu Jadi Acuan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler