Teliti Atmosfer Mars, NASA Luncurkan Maven

Selasa, 19 November 2013 – 12:51 WIB
Peluncuran Maven yang menggunakan roket Atlas V dari landasan Angkatan Udara AS di Cape Canaveral, Florida pada Selasa (19/11) waktu setempat. FOTO: getty images

jpnn.com - PASADENA - Badan Antariksa AS (NASA) meluncurkan misi untuk melakukan eksplorasi ke planet Mars. Misi yang dinamakan Maven (Mars Atmosphere and Volatile EvolutioN) ini akan diluncurkan menggunakan roket Atlas V dari landasan Angkatan Udara AS di Cape Canaveral, Florida pada Selasa (19/11) waktu setempat.

Jika berjalan sesuai rencana, misi senilai USD 671 juta atau Rp 7,3 triliun ini akan berada di planet Mars selama 10 bulan guna menyelidiki kondisinya. Proyek antariksa terbaru ini akan menelisik atmosfer atas di Mars untuk mencari tahu bagaimana lapisan udara di planet nyaris hampa.

BACA JUGA: Abbot Tolak Minta Maaf, Dukung SBY Disadap

Menurut abc (18/11), sejumlah bukti menyebut planet merah itu dulunya diselubungi kabut tebal yang mendukung dugaan keberadaan air di permukaannya. Namun kini tekanan udara di planet itu diduga sangat rendah sehingga jika terdapat air maka hampir pasti akan langsung mendidih dan musnah.

"Semuanya kelihatan baik. Sinyal diterima dengan mulus, sejauh ini sistem yang sudah disiapkan dapat melapor kembali dengan lancar. Kami saat ini sudah siap mengirimkan misi ini menuju Planet Merah," kata David Mitchell, manajer misi Maven di NASA.

BACA JUGA: Hidup Terlalu Mewah, Paus Franciskus Nonaktifkan Uskup Jerman

Atmosfir di Mars dewasa ini sebagian besar terdiri dari karbon dioksida, sangat tipis, dengan tekanan atmosfir di permukaan yang hanya 0,6 persen dari tekanan di permukaan bumi.

Namun gambaran lanskap Mars menunjukkan ada selat yang terpisah oleh air mengalir sehingga disimpulkan bahwa planet ini dulunya dilingkupi atmosfir yang lebih padat. Para ahli menduga sebagian massa udara itu kemudian bereaksi dan terbentuk menjadi mineral di permukaan planet.

BACA JUGA: Pedang Raja Saudi Laku Rp 12 Miliar

Namun penjelasan paling gamblang terkait raibnya air dari tempat misterius itu menurut pakar adalah karena adanya pusaran angin dari matahari yang berupa hembusan kuat partikel energetik dari sang surya -sehingga menggerus air dari sana sedikit demi sedikit.

Analisa ini dinilai paling memungkinan karena tidak seperti bumi, Mars tidak memiliki medan magnet yang menjadi lapisan pelindung sehingga mampu menghindarkan efek abrasif yang muncul dari matahari.

Maven atau Mars Atmosphere and Volatile EvolutioN spacecraft dilengkapi delapan piranti yang digunakan untuk mempelajari pengaruh matahari terhadap Mars. Sebagian lagi dipakai untuk menyelidiki komposisi dan perilaku atmosfirnya.

Maven ditujukan untuk mengukur tingkat menipisnya molekul udara saat ini, membedakan dengan proses-proses lain yang berakibat serupa sebelumnya. Para ilmuwan berharap dapat menggunakan informasi ini untuk mengetahui bagaimana iklim di Mars berubah dari jutaan tahun lalu, saat planet itu diduga dalam keadaan hangat dan lebih basah sehingga berpotensi bisa didiami makhluk hidup. (esy/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mahathir Didera Infeksi Dada


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler